- Penyidik (Mario) membantah tegas adanya kekerasan fisik maupun tekanan psikologis terhadap Ammar Zoni selama pemeriksaan di Lapas Salemba.
- Ammar Zoni mengaku sempat disiksa secara brutal dan dipukul, namun penyidik menyatakan proses pemeriksaan dijaga ketat oleh anggota lain.
- Meski mengaku diintimidasi, penyidik mengungkap fakta bahwa Ammar Zoni sebenarnya bersikap kooperatif dan langsung mengakui perbuatannya sesuai BAP.
Suara.com - Ammar Zoni kembali menjalani sidang lanjutan kasus narkoba di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sidang yang digelar hari ini, Kamis, 15 Januari 2026, beragendakan keterangan saksi dari penyidik.
Penyidik bernama Mario turut memberikan kesaksian seputar pemeriksaan Ammar Zoni di Lapas Salemba.
Sebab sebelumnya, Ammar sempat mengklaim adanya intimidasi di lapas.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) kemudian bertanya apakah ada intimidasi yang dilakukan penyidik terhadap Ammar Zoni. Mario sebagai penyidik pun membantahnya.
"Siap, tidak ada paksaan Ibu," kata Mario membantah adanya unsur tekanan psikologis maupun paksaan fisik terhadap Ammar Zoni.
Jaksa kemudian mencecar saksi lebih jauh mengenai pengakuan Ammar Zoni yang menyebut dirinya sempat disiksa secara brutal.
Ammar Zoni mengklaim sempat ditendang hingga dipukul pada bagian perut oleh petugas penyidik.
"Siap, tidak ada Ibu," jawab Mario singkat.
Mario juga menegaskan bahwa saat proses pemeriksaan berlangsung, terdapat anggota kepolisian lain yang berjaga di sekitar lokasi.
Baca Juga: Datang ke Sidang Narkoba, Baju Serasi Ammar Zoni dan Pacar Curi Atensi
Hal ini diklaim sebagai bukti bahwa tidak mungkin terjadi aksi kekerasan tersembunyi yang disaksikan oleh tahanan lain.
Pada akhirnya, saksi penyidik tersebut menyatakan bahwa Ammar Zoni sebenarnya bersikap kooperatif saat itu.
Faktanya kata penyidik, sang aktor langsung mengakui seluruh perbuatannya tanpa ada paksaan sedikit pun saat menjalani pemeriksaan di Lapas Salemba.
"Pada saat itu mengakui Ibu. Langsung mengakui? Siap, sesuai BAP Ibu," jelasnya.
Kasus ini bermula saat penemuan narkoba di kamar Ammar Zoni. Bapak dua anak tersebut dituding menjual barang haram tersebut di lapas.
Namun Ammar Zoni mengelak melakukan apa yang dituduhkan. Sebaliknya, ia mengaku mendapat intimidasi bahkan pemerasan.