- Netflix mencatat lebih dari 90% pelanggan di Indonesia menonton konten lokal pada 2025, memicu peluncuran line-up yang lebih berani dan beragam di 2026.
- Rangkaian tayangan 2026 mencakup berbagai genre mulai dari drama kuliner (Luka Makan Cinta), kisah fandom K-Pop, drama keluarga, hingga aksi brutal (Serangan Balik).
- Para sutradara ternama seperti Teddy Soeriaatmadja, Gina S. Noer, dan Ravi Bharwani menghadirkan visi ambisius dengan pendekatan produksi yang mendalam dan detail.
Suara.com - Netflix kembali menegaskan keseriusannya menggarap pasar Indonesia.
Melalui acara Next On Netflix yang digelar di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Januari 2026, platform streaming global ini memperkenalkan jajaran film dan serial original Indonesia yang akan tayang sepanjang 2026, dengan ragam genre yang kian luas.
Mulai dari drama kuliner, kisah persahabatan penggemar K-Pop, drama keluarga yang reflektif, hingga film aksi penuh ketegangan, seluruhnya menunjukkan eksplorasi cerita yang semakin berani dan beragam.
Senior Director Content SEA Netflix, Malobika Banerji, menyebut Indonesia sebagai salah satu pusat penutur cerita paling dinamis di Asia Tenggara.
Hal itu, menurutnya, tercermin dari tingginya minat penonton terhadap konten lokal.
"Lebih dari 90 persen anggota Netflix di Indonesia menonton konten lokal sepanjang 2025. Ini membuktikan bahwa cerita Indonesia punya tempat yang sangat kuat," kata Malobika.
Dia menegaskan Netflix ingin menjadi ruang tumbuh bagi para kreator untuk menyampaikan cerita dengan visi yang utuh dan ambisius.
"Kami ingin Netflix menjadi wadah kreatif, tempat kisah-kisah Indonesia diceritakan dengan sepenuh hati," ujarny.
Drama Kuliner dan Kisah di Balik Fandom
Baca Juga: Tayang Besok! Netflix Rilis Pemotretan Eksklusif Kim Seon Ho dan Go Youn Jung
Salah satu serial yang mencuri perhatian adalah Luka Makan Cinta, karya sutradara Teddy Soeriaatmadja.
Berlatar Bali, serial ini mengikuti kisah Luka (Mawar Eva de Jongh), seorang sous chef ambisius yang bekerja di restoran milik ibunya.
Konflik muncul ketika sang ibu justru merekrut kepala koki baru (Deva Mahenra), memicu persaingan profesional yang perlahan berubah menjadi romansa.
"Ini cerita tentang kuliner, impian, keluarga, dan hubungan yang rumit," ujar Teddy.
Dia menambahkan, produksi serial ini digarap serius dengan melibatkan food designer dan food stylist, bahkan para pemain dan kru turut mengikuti workshop memasak dan plating.
Budaya pop Korea Selatan juga mendapat ruang lewat serial Night Shift for Cuties garapan Monica Vanesa Tedja.
Diproduksi oleh Soda Machine Films, serial ini menjadi debut panjang Monica dan berfokus pada dua pegawai minimarket (Shenina Cinnamon dan Nadya Syarifa) yang bersahabat karena sama-sama penggemar grup idola favorit mereka.
"Fandom itu komunitas yang terbentuk karena hasrat yang sama," ucap Monica.
Serial ini tak hanya mengangkat dinamika persahabatan, tetapi juga perjuangan dan pelarian emosi para penggemar.
Uniknya, grup idola dalam cerita diciptakan dari nol, lengkap dengan konsep, lagu, hingga koreografi original.
Drama Keluarga hingga Thriller Psikologis
Dari lini film, Gina S. Noer hadir dengan Aku Sebelum Aku, sebuah film coming-of-age yang mempertemukan Ringgo Agus Rahman dan aktor muda Bima Sena.
Film ini mengisahkan Jati, siswa berprestasi yang terjebak dalam relasi kompleks dengan ayahnya yang penuh tuntutan.
Gina menyebut film ini sebagai potret keluarga Indonesia yang kerap hidup dalam "mode bertahan".
"Harapannya, film ini bisa mengajak penonton lebih berempati, baik pada diri sendiri maupun orang lain," ucapnya.
Nuansa yang lebih gelap ditawarkan Ravi Bharwani lewat film drama thriller Secrets. Dibintangi Sha Ine Febriyanti sebagai Parni, seorang ibu tunggal, film ini menyoroti masa lalu kelam yang kembali menghantui ketika sang suami (Abimana Aryasatya) muncul setelah bertahun-tahun menghilang.
Menurut Ravi, ketegangan film ini tidak dibangun lewat aksi besar, melainkan dari detail keseharian yang terasa mencekam.
"Bukan plot yang meledak-ledak, tapi ketegangan psikologis, audio visual, dan dialog yang minim," jelasnya.
Aksi Brutal dengan Inti Keluarga
Presentasi ditutup oleh sutradara Sidharta Tata dengan film aksi Serangan Balik, yang diproduksi bersama Kimo Stamboel.
Film ini berkisah tentang seorang kakek dan cucu-cucunya yang terjebak di desa terpencil di Jawa Tengah dan harus melawan sekelompok penjahat kejam.
Tata menyebut Serangan Balik sebagai film aksi yang tetap memiliki sisi emosional.
"Ini action film with a heart. Intinya tetap keluarga," terangnya.
Sang sutradara menambahkan, keterbatasan ruang dan situasi terdesak menjadi elemen utama dalam membangun ketegangan.
Selain judul-judul tersebut, Netflix juga mengumumkan Surat untuk Masa Mudaku, film drama garapan Sim F. yang mengisahkan hubungan tak terduga antara remaja pemberontak dan pengurus panti asuhan.
Seluruh tayangan original ini dijadwalkan tayang eksklusif di Netflix sepanjang 2026, menawarkan cerita yang bukan hanya menghibur, tetapi juga dekat dengan realitas dan emosi penonton Indonesia.