Eksistensi Arif Brata: Antara Akting, Jati Diri Komika, dan Pandangan Materi 'Pinggir Jurang'

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15 WIB
Eksistensi Arif Brata: Antara Akting, Jati Diri Komika, dan Pandangan Materi 'Pinggir Jurang'
Arif Brata saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 15 Januari 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]
Baca 10 detik
  • Arif Brata sukses berakting, tapi stand-up comedy tetap identitas utamanya.
  • Ia memilih materi komedi yang aman meski menghargai risiko yang diambil Pandji.
  • Tahun 2026, Arif fokus konten, serial, dan rencana tur stand-up.

Suara.com - Transformasi karier komika di industri hiburan Tanah Air semakin cair. Banyak pelawak tunggal yang kini mendulang sukses di layar lebar, salah satunya adalah Arif Brata.

Ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 14 Januari 2026, pria asal Makassar ini berbagi cerita mengenai perjalanan kariernya dari panggung stand-up comedy hingga menjadi aktor film dan serial, serta pandangannya mengenai polemik materi komedi yang kerap menjadi sorotan publik.

Sebelum dikenal luas sebagai konten kreator dengan karakter unik seperti dalam sketsa "Academy Efyepe" atau "Keluarga Bersenandung", Arif Brata memulai kariernya dari komunitas Stand Up Indo Makassar.

Namanya mulai diperhitungkan di kancah nasional setelah mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Academy (SUCA) musim kedua di Indosiar pada 2016.

Kemampuannya membawakan materi dengan logat khas dan observasi kehidupan sehari-hari yang relate membuatnya bertahan di industri ini hingga satu dekade kemudian.

Meski kini wajahnya kerap wara-wiri di berbagai judul film dan serial, Arif mengaku bahwa stand-up comedy tetaplah fondasi utamanya. Menurutnya, ilmu komedi memberikan bekal dasar yang kuat untuk dunia seni peran.

"Alhamdulillah seru sih. Dinikmati saja, aktornya juga ya seadanya saja. Tapi menurut saya yang membuka jalan adalah stand-up comedy," kata Arif Brata kepada awak media.

"Begitu saya terjun di stand-up comedy, karena stand-up kan kita istilahnya menghafal materi juga, tapi saking tidak kelihatan menghafal kan dia ada akting di situ. Jadi mungkin ada irisannya juga, tahu ilmu-ilmu dasar berakting," tambahnya.

Lelaki yang juga dikenal sebagai "dosen" dalam konten-konten media sosialnya ini mengenang momen pertamanya terjun ke dunia akting.

Baca Juga: Segera Tayang, Realita Gen Z Mengejar Mimpi dan Cinta Hadir di Web Series Yang Penting Ada Cinta

Dia menyebut film Total Chaos sebagai pengalaman yang tak terlupakan, meski perannya kala itu terbilang kecil.

"Pertama kali ditawarin akting itu ya, kalau enggak salah judulnya Total Chaos. Itu saya senang banget karena ada beberapa adegan yang action, ada adegan ditarik sling. Saya bangga, saya bilang, 'Mak, harus nonton Mak, anakmu ditarik nih.' Walaupun ditayangkan juga cuma seperskian detik, tapi banggalah sebagai anak daerah," kenangnya sembari tertawa.

Komika Adalah Nadi

Kendati karier aktingnya moncer, Arif menegaskan bahwa dia ingin tetap dikenal sebagai seorang komika. Baginya, panggung stand-up adalah rumah yang bisa dia tuju kapan saja.

Bahkan, di tengah kesibukan syuting, dia masih rutin melakukan open mic untuk menjaga ketajaman materi dan mental.

"Paling (ingin dikenal sebagai) komika sih. Karena memang apa, nadinya kita kan di situ, dari awal merintis memang jadi komika," tegasnya.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI