Suara.com - Di tengah perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel Vs Iran, netizen justru mendadak mengaitkannya dengan tanda kemunculan dajjal.
Hal tersebut bermula saat adanya kabar bahwa militer Israel telah memanggil sekitar 70.000 personel cadangan untuk serangan terhadap Iran.
Kabar tersebut lalu dikaitkan dengan sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Muslim mengatakan bahwa dajjal akan muncul bersama 70.000 Yahudi.
“Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Dajjal akan diikuti 70 ribu Yahudi dari Isfahan mengenakan selendang Persia',” (HR Imam Muslim).
Hadis tersebut kini ramai dibahas di media sosial, salah satunya diunggah akun @afrkml.
“Bentar, 70 ribu pasukan??Kenapa kok spesifik banget 70 ribu?? Jangan-jangan konspirasi Dajjal sebenernya sudah turun, hanya lagi bekerja di balik layar Israel dan US, itu bener?” tulis akun tersebut pada Sabtu (28/2/2026)
Unggahan tersebut kini menjadi pembahasan hangat hingga menjadi berita trending di platform X dan menuai beragam komentar netizen.
“Kita gatau ya kapan dajjal muncul karena sebelum itu ada krisis kelaparan atau kekeringan dulu (pemanasan global) nanti baru Dajjal muncul bawa MBG,” tulis akun @shix***.
“Angka 70 ribu di hadis itu konteksnya akhir zaman dan spesifik ke peristiwa Dajjal, bukan setiap angka 70 ribu yang muncul di berita dunia hari ini. Jadi jangan gampang cocoklogi. Nggak semua angka yang sama berarti ada hubungannya. Tetap tenang, pakai akal sehat, dan jangan langsung lompat ke teori konspirasi,” kata akun @riidz***.
Baca Juga: Daftar Penerbangan Bandara Soetta yang Dibatalkan Akibat Perang Iran 1 Maret 2026
“Jangan lupa tobat guys, berbuat baik. Kita hidup di akhir zaman,” imbuh akun @lette***.
![Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dan Citra satelit rumah Ali Khamenei yang hancur dibombardir Israel serta Amerika Serikat (kanan). [SOAR/Suara.com]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkautamii/Je6beax0TsEfpsHSS6r2DRrVmDANXJEr.png)
Diberitakan Times of Israel, militer Israel akan memanggil sekitar 70.000 pasukan cadangan, sebagian besar spesialis pertahanan udara dan pasukan penjaga keamanan dalam negeri.
Juru bicara mengatakan bahwa militer siap dengan berbagai skenario terkait perlindungan perbatasan dan kemungkinan serangan terhadap Israel oleh sekutu Iran.
Sementara itu, melansir Al Jazeera, media pemerintah Iran telah mengkonfirmasi bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas di kantornya dalam serangan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026).
Kontributor : Rizka Utami