- Film horor-komedi berjudul *Setannya Cuan* (dulu *Djoerig Salawe*) diluncurkan pada 23 Januari 2026 di Jakarta, tayang 5 Maret 2026.
- Perubahan judul ini merefleksikan isu relevan tentang kebutuhan ekonomi masyarakat yang mendorong tindakan nekat.
- Film ini juga menjadi penampilan terakhir almarhum komika Babe Cabita, menampilkan satire perjudian dan pinjaman online.
"Jadi tukang sayur yang gibah sama ibu-ibu. Syutingnya bulan puasa di Pangalengan, di vila tengah ladang yang agak creepy," tambahnya.
Fico Fachriza: Karakter Manipulatif dan Alasan "Cuan"
Sementara itu, komika Fico Fachriza yang didapuk memerankan tokoh Ujang, mengenang proses syuting yang dilakukan sebelum pandemi COVID-19. Fico menyebut karakternya sebagai sosok yang manipulatif.
"Di sini Ujang perannya jadi orang yang kanan-kiri ikut, terus manipulatif. Enggak tahu ya, faktor saya memerankan Ujang apa enggak, hidup saya ke situnya (sempat) kebawa kanan-kiri," beber Fico bercanda, menggambarkan perjalanan pribadinya beberapa tahun terakhir.
Bagi Fico, film ini menjadi salah satu upayanya untuk kembali membangun kepercayaan publik dan berkarya secara positif.
Ketika ditanya wartawan mengenai alasannya tertarik bergabung dalam proyek ini, Fico menjawab dengan gaya kelakarnya yang khas.
"Cuan sih. Jujur aja, Bang. Udah enggak ada pilihan lagi," selorohnya yang disambut tawa awak media.
Meski demikian, dia menekankan bahwa harapannya sangat sederhana, yakni agar penonton bisa terhibur.
"Fokusnya mungkin 70 persen horor, 30 persen komedi," jelasnya.
Baca Juga: Sinopsis Blades of the Guardians, Film Comeback Jet Li Yang Penuh Aksi

Penghormatan Terakhir untuk Babe Cabita
Film Setannya Cuan juga menjadi momen emosional karena menampilkan akting dari almarhum Babe Cabita. Kehadiran mendiang komika tersebut menjadi catatan khusus bagi para pemain dan kru.
"Mungkin bakal jadi semacam tribute ya. Bakal mengobati kerinduan penggemar, keluarga, atau kerabat akan sosok Babe Cabita," tutur Aming.
Setannya Cuan mengisahkan persaingan konyol warga kampung yang terobsesi mencari angka keberuntungan demi mengubah nasib secara instan.
Batas antara dunia nyata dan gaib menjadi kabur ketika ambisi manusia bertemu dengan tipu daya setan yang ternyata memiliki sistem "bagi hasil" yang rumit.
Selain Fico Fachriza dan Aming, film ini bertabur bintang seperti Joe P Project, Nadine Alexandra, Dimas Andrean, Anyun Cadel, Mongol Stres, Ben Kasyafani, hingga Budi Dalton.