Suara.com - Musim keempat Bridgerton akhirnya resmi tayang di Netflix, dengan bagian pertama dirilis pada 29 Januari 2026 dan langsung memancing perbincangan hangat di kalangan penggemar setianya.
Berbeda dari musim sebelumnya, fokus cerita kini mengarah kuat pada perjalanan emosional Benedict Bridgerton (Luke Thompson) yang penuh dilema identitas dan pilihan cinta.
Adaptasi novel An Offer From a Gentleman menghadirkan nuansa kisah Cinderella yang lebih modern dengan latar budaya lebih luas dan relevan.
Netflix memperkenalkan empat karakter baru yang menjadi kunci konflik, sekaligus memperkaya semesta sosial elit London era Regency.
1. Sophie Baek (Yerin Ha)

Sophie Baek diperkenalkan sebagai karakter sentral yang membawa tema besar tentang identitas, kelas sosial, dan keberanian melawan nasib.
Dia merupakan putri tidak sah seorang bangsawan yang setelah kematian ayahnya, dipaksa hidup sebagai pelayan di rumah ibu tirinya sendiri.
Pertemuan pertama Sophie dengan Benedict terjadi di pesta topeng Bridgerton, ketika Dia tampil anggun dengan gaun perak memikat.
Topeng itu menjadi simbol batas sosial, karena Benedict tidak menyadari bahwa wanita yang dicintainya adalah pelayan yang ditemuinya kemudian.
Perubahan nama belakang dari Beckett menjadi Baek menjadi langkah Netflix menghormati latar budaya Korea aktris Yerin Ha.
2. Lady Araminta (Katie Leung)

Lady Araminta hadir sebagai figur antagonis domestik yang dingin, penuh ambisi, dan sangat terobsesi menjaga martabat sosial keluarganya.
Dia memandang status sebagai segalanya, bahkan rela menekan Sophie demi memastikan rahasia masa lalu tidak menghancurkan reputasinya.
Berbeda dengan karakter licik lain di Bridgerton, Araminta digambarkan tanpa empati, menjadikan rumahnya ruang yang menekan secara emosional.
Kecantikan Sophie menjadi ancaman besar baginya, karena dapat membuka asal-usul tersembunyi yang selama ini ia kubur rapat.
Melalui Araminta, musim ini menyoroti wajah kejam hierarki sosial yang sering tersembunyi di balik kesopanan aristokrat.
3. Rosamund Li (Michelle Mao)

Rosamund Li diposisikan sebagai rival utama Sophie, khususnya dalam memperebutkan perhatian dan kemungkinan cinta Benedict Bridgerton.
Dia mewarisi kesombongan ibunya, sangat percaya diri dengan kecantikannya, serta yakin pernikahan dengan Bridgerton adalah haknya.
Rosamund tumbuh dalam keyakinan bahwa status tinggi memberinya keistimewaan untuk merendahkan siapa pun yang dianggap lebih rendah.
Konfliknya dengan Sophie bukan sekadar kecemburuan, melainkan cerminan pertarungan kelas yang timpang dan penuh manipulasi.
Karakter ini mempertegas bahwa ancaman terbesar Sophie justru datang dari lingkungan terdekatnya sendiri.
4. Posy Li (Isabella Wei)

Posy Li menjadi kontras lembut dalam keluarga Gun yang keras, ambisius, dan sarat tekanan sosial.
Dia sering diremehkan ibunya karena dianggap tidak secemerlang Rosamund, membuatnya tumbuh dengan empati mendalam terhadap Sophie.
Posy melihat Sophie bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai sesama perempuan yang sama-sama terjebak struktur sosial menindas.
Kebaikan Posy perlahan membangun ikatan emosional yang tulus, memberi Sophie secercah harapan di rumah yang dingin.
Dalam cerita, Posy akan dihadapkan pada pilihan moral penting antara loyalitas keluarga atau melakukan hal benar.
Kehadiran empat karakter baru ini menjadikan Bridgerton Season 4 terasa lebih emosional, berlapis, dan relevan dengan isu identitas serta kelas sosial.
Dengan konflik yang semakin personal dan tajam, kisah cinta Benedict Bridgerton pun siap membawa penonton ke musim yang paling menggugah sejauh ini.
Kontributor : Chusnul Chotimah