Sebelumnya, dia menanggapi warganet yang menyebut Prilly sengaja mengejek para pencari kerja melalui konten pengangguran yang dibuatnya.
Omara tak terima jika hanya pacarnya yang dikritik, padahal yang mungkin bermasalah adalah kampanye brand.
"Di sini saya sama sekali tidak berniat membela kampanyenya. Saya hanya tidak ingin membiarkan orang-orang menyerang individu secara personal, karena menurut saya itu adalah dua hal yang berbeda," ujar Omara.
"Banyak orang yang awalnya mempermasalahkan kampanyenya, tapi ujung-ujungnya malah menghujat sosok figur publiknya secara pribadi," lanjutnya di komentar lain.
Menariknya, Prilly sama sekali tidak menyinggung soal kampanye brand dalam permintaan maafnya.
Meski banyak pihak menyebutnya sebagai gimik marketing, dia menjelaskan bahwa alasannya mengaktifkan fitur tersebut adalah untuk membuka peluang kolaborasi lintas industri dan memperluas jejaring profesional.
Kontributor : Chusnul Chotimah