Suara.com - Kasus dugaan pelecehan kembali diungkap salah satu warganet di media sosial.
Seorang perempuan di bawah umur berinisial A mengaku menjadi korban pelecehan dengan modus casting.
Melalui akun media sosialnya, korban menjelaskan kronologi kejadian pelecehan yang dialaminya tersebut.
Mulanya, korban melamar untuk menjadi talent di film bergenre thriller psikologis.
Setelah itu tak lama ia dihubungi langsung oleh sutradara untuk melakukan casting secara offline.
Keanehan mulai terjadi saat oknum sutradara tersebut mengirimkan foto korban di media sosial yang tengah mengenakan pakaian renang.
“Tiba-tiba dia mengirim foto sekali lihat, foto yang aku upload di IG sedang di pantai menggunakan tankini, jujur menurutku itu agak janggal?” kata korban melalui unggahannya @adnazraa, pada Minggu (22/2/2026).
Korban sempat mengabaikan kecurigaannya saat itu dan memilih fokus untuk mengikuti proses casting.
“Aku gak peduli itu karena aku mau fokus sama project ini, aku juga melihat agency yang share casting ini bukan agency sembarangan,” tulisnya.
Saat hadir untuk mengikuti proses casting, korban mengaku diperlakukan dengan sangat baik, termasuk disediakan makan dan ruangan VIP.

Empat hari setelah casting, korban dikabarkan bahwa ia lolos, namun ternyata peran yang akan dimainkan bertema sensual.
Sutradara tersebut bahkan mengirim film dewasa sebagai referensi untuk korban sebelum memulai syuting.
Tak sampai di situ, korban juga diminta mengirimkan foto dengan pose yang janggal.
“Setelah itu dia minta aku untuk foto dengan pose seolah-olah sedang disiksa dan takut mau di (rudapaksa),” tulisnya.
Korban yang saat itu merasa tertekan, akhirnya luluh dan terpaksa mengirimkan foto yang diinginkan sang sutradara.
Ia mengaku merasa menyesal karena telah menuruti permintaan oknum sutradara tersebut.