Suara.com - Melalui akun TikTok-nya, pemilik akun @auranixie mengaku tertipu setelah membeli risol viral Bu Tatu. Ia mengaku menerima produk versi KW atau palsu.
Sebagai informasi, Risol Bu Tatu belakangan memang menjadi salah satu camilan yang banyak diburu di Jakarta.
Popularitasnya meningkat tajam setelah publik mengetahui bahwa Bu Tatu merupakan ibu dari Lula Lahfah, selebgram yang meninggal dunia pada 23 Januari 2026 lalu.
Sayangnya, sistem pemesanan risol ini terbilang cukup sulit. Para pelanggan harus “war” melalui e-commerce Shopee.
Tingginya permintaan dan terbatasnya stok membuat pembeli harus bersaing dan antre untuk mendapatkan produk.
Kelangkaan risol dan tingginya minat beli ini ternyata dimanfaatkan oleh oknum yang menawarkan Risol Bu Tatu 'KW' alias palsu.
Seorang influencer makanan pun belum lama ini terkena imbasnya. Lewat unggahan video, pemilik akun @auranixie (mengungkap, "Guys aku bener-bener gak nyangka aku udah sampai di titik ditipu sama tukang risol."
Dalam video, Aura mengungkap ia membeli Risol Bu Tatu di dua tempat berbeda. Satu lewat jastiper yang mana diduga menawarkan risol KW dan satu lagi di tempat resmi Risol Bu Tatu.
Baca Juga: Dwi Sasetyaningtyas Ditegur LPDP Usai Bangga Anak Jadi WNA, Suami Terancam Sanksi
Risol dari penjual lain datang lebih dulu dan saat itu Aura mungkin belum sadar karena tidak ada pembanding apa pun. Saat risol dari toko resmi Bu Tatu datang, ia menemukan ada kejanggalan.
Aura tak menyebut memesan risol KW ini darimana, namun dalam unggahan di story TikTok dan Instagram, ia sempat membagikan bukti chat dengan penjual risol KW ini.
Influencer tersebut menunjukkan varian yang ditawarkan penjual KW.
Rupanya semua varian dijual olehnya mulai dari Choco, ayam suwir, beef bolognese, smoked beef and cheese, matcha, hingga choco cheese.
"Dia copy semua varian @bu.tatu!!!!," ujar keterangannya dalam unggahan tersebut.
Selain itu, Aura juga menyebut harga yang ditawarkan penjual KW ini juga tidak murah.
"Harganya gak murah dan dia NIPU! pas ditawanya malah jawabnya kayak gini," terangnya.
Leboh lanjut, saat Aura dibandingkan kedua risol tersebut, memang risol varian matcha ini punya tampilan warna yang sangat jauh berbeda.
"Ini kalau kalian gak percaya kalian liat bedanya," ujar Aura.
Untuk risol Bu Tatu, kulit, lapisan tepung, dan packingnya sangat rapi. Warna hijaunya juga cenderung lebih ke hijau muda.
Sedangkan untuk risol KW, tampak lapisan kulit dan tepungnya yang agak berantakan, sampai meluber ke area dalam kemasan.
Aura juga menyebut jika warna hijaunya juga berbeda.
"Warna ijonya tuh yang ijo serem gitu loh," ujar Aura.
Namun, meskipun penampilan risolnya tampak berbeda, kemasannnya dibuat sangat mirip dengan risol asli buatan Bu Tatu. Labelnya juga dibuat sama persis dengan yang asli.
Setelah membandingkan penampilan kedua risol tersebut, Aura mengaku jika dirinya kesal karena penjual risol KW ini tidak mau jujur.
Alih-alih mengatakan jika barang yang dijual KW, penjual malah merespons komplain Aura dengan mengungkap, "Barang baru dateng kah. Kok baru ngabarin kakak."
Influencer ini menjelaskan, "Engga, cuma aku tadi baru dateng yang dari Bu Tatu. Terus beda jauh kak. "
"Sama aja kakak kita juga gak paham," ujar penjual tersebut membela diri.
Setelah kena tipu, Aura pun berniat ingin mencicipi dan membandingkan rasa dari kedua risol tersebut.
"Ini mendingan aku battle-in aja kali ya sama risol yang benerannya," ucap Aura mengakhiri videonya.
Tentang Risol Bu Tatu

Untuk diketahui, Risol Bu Tatu belakangan menjadi salah satu camilan yang banyak dicari di Jakarta.
Produk buatan Tatu Yulyanah ini dikenal sebagai risol rumahan dengan cita rasa khas dan varian yang bermacam-macam.
Bu Tatu sendiri aktif mempromosikan produknya melalui Instagram @bu.tatu dan TikTok @bu.tatu_, yang kini telah diikuti ribuan penggemar.
Risol Bu Tatu dijual dalam kemasan 5 pcs untuk varian tunggal, dengan harga berkisar Rp50.000 an.
Untuk yang ingin mencoba berbagai rasa sekaligus, tersedia paket campur berisi 7 varian dengan harga Rp60.000 an.
Buat kamu yang ingin mencicipi Risol Bu Tatu, pemesanan dilakukan secara daring melalui platform e-commerce seperti Shopee.
Namun, tingginya permintaan membuat pembeli kerap harus mengantre secara virtual sebelum dapat melakukan transaksi.
Kontributor : Anistya Yustika