Sosok Samanta Elsener selama ini dikenal sebagai psikolog klinis yang vokal memberikan edukasi mengenai kesehatan mental dan pola asuh di media sosial.
Kecerdasan adik Darius Sinathrya ini dalam membedah isu psikologi membuatnya dikagumi banyak orang.
Namun, di balik jubah profesionalnya, ia menyimpan sebuah kisah perjalanan batin yang sangat personal.
Melalui bincang-bincang di kanal YouTube BINTANG MUALAF belum lama ini, Samanta secara terbuka menceritakan bagaimana ia akhirnya memilih memeluk Islam.
Berikut adalah poin-poin penting perjalanan spiritual Samanta Elsener yang sedang menjadi sorotan.
1. Tumbuh dalam Lingkungan Religius

Sejak kecil, Samanta adalah pribadi yang sangat dekat dengan aktivitas keagamaan.
Samanta terbiasa melakukan ibadah pagi setiap hari sebelum berangkat sekolah karena lokasi gereja yang tepat berada di depan sekolahnya.
Sejak di bangku sekolah Samanta yang dikenal gemar membaca sudah menuntaskan membaca Alkitab.
Bahkan rasa penasaran pada Alkitab kerap membuatnya melontarkan pertanyaan kritis pada guru agamanya.
Baca Juga: Review Film Getih Ireng: Obsesi Memiliki Anak yang Berujung Malapetaka!
Rutinitas ini membentuk sisi spiritualitas Samanta sejak dini, sehingga keputusannya untuk berpindah keyakinan di kemudian hari menjadi kejutan besar bagi orang-orang di sekitarnya.
2. Tersentuh oleh Sejarah Perjuangan Nabi Muhammad SAW

Ia mendapatkan buku berjudul Muhammad dari mantan kekasihnya.
Melalui buku itu, Samanta mempelajari kisah perjuangan Nabi Muhammad SAW yang ternyata penuh liku dan ujian yang membuatnya merasa relate.
Sebab Samanta menyadari bahwa perjuangan Nabi saja begitu berat dan bukan hanya dirinya saja yang menghadapi ujian dalam hidup.
3. Terkabulnya Nazar

Selain melalui literasi, Samanta juga mendapatkan keyakinan melalui pengalaman spiritual personal.
Ia sempat mencoba melakukan dua nazar atas keinginannya, dan ternyata apa yang dinazarkan tersebut benar-benar terwujud.
Pengalaman empiris inilah yang membuatnya yakin pada konsep kepasrahan total dan keikhlasan seorang hamba di hadapan Sang Pencipta.
Akhirnya Samanta pun semakin mantap untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi menjadi seorang mualaf.
Kisah Samanta Elneser ini pun menjadi sorotan karena keputusannya bukan semata dorongan emosional namun melalui perjalanan panjang dan pengalaman nyata.
Kontributor : Safitri Yulikhah