- Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menuai sorotan publik atas pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar yang berlokasi di Jakarta.
- Pengakuan Rudy bahwa mobil tersebut untuk representasi tamu VVIP di Jakarta berbeda dengan alasan awal untuk medan ekstrem Kaltim.
- Data LHKPN Rudy menunjukkan mobil pribadi yang dimiliki nilainya sangat kecil, kontras dengan jam tangan mewah yang sering dikenakannya.
Suara.com - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, tengah menjadi pusat perhatian publik sepanjang pekan ini.
Sorotan tajam mengarah pada pengadaan mobil dinas jenis SUV mewah senilai Rp8,5 miliar yang diakuinya tidak berada di Kalimantan Timur, melainkan di Jakarta.
Menariknya, fasilitas negara yang fantastis ini berbanding terbalik dengan data isi garasi pribadi sang pejabat yang tercatat dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Polemik bermula ketika publik mempertanyakan urgensi pembelian mobil yang diduga kuat berjenis Land Rover Defender OCTA atau Range Rover Autobiography tersebut.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim, Sri Wahyuni, sempat berdalih bahwa mobil dengan spesifikasi tinggi itu dibutuhkan untuk menembus medan ekstrem dan jalanan rusak di wilayah pedalaman Kaltim.
Namun, pernyataan itu justru dipatahkan sendiri oleh Rudy Mas'ud. Politisi 43 tahun ini secara terbuka mengakui bahwa kendaraan tersebut disiagakan di Jakarta untuk keperluan representasi dan menjemput tamu VVIP, mengingat posisi Kaltim kini sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Masa iya kepala daerahnya pakai mobil alakadarnya? Jaga dong marwahnya Kaltim," ujar Rudy Mas'ud kepada awak media, merespons kritik mengenai anggaran tersebut belum lama ini.
Alasan "menjaga marwah" ini dinilai publik tidak sejalan dengan prinsip kepekaan sosial atau sense of crisis, terlebih ketika disandingkan dengan profil kekayaan pribadi yang dia laporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
![Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud saat diwawancarai awak media. [Presisi.co]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/23/35661-gubernur-kaltim-rudy-masud-saat-diwawancarai-awak-media-presisico.jpg)
Anomali LHKPN: Jam Tangan Miliaran, Mobil Ratusan Juta Rupiah
Baca Juga: Tolak Penumpang Siswi Big Size Berujung Viral, Driver Ojol Ini Klarifikasi
Data LHKPN periode lapor Maret 2025 menunjukkan fakta yang "jomplang" atau timpang. Meski bersikeras membutuhkan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar, Rudy tercatat hanya memiliki tiga unit mobil pribadi dengan kategori lawas alias bukan mobil mewah.
Isi garasinya hanya terdiri dari Honda CR-V tahun 2010, Honda Freed tahun 2008, dan Suzuki SX4 X-Over tahun 2007.
Jika diakumulasikan, nilai ketiga mobil tersebut hanya berkisar Rp250 juta, jauh di bawah harga satu ban mobil dinas barunya. Tidak ada satu pun mobil sport atau sedan mewah yang terdaftar atas namanya.
Ketimpangan data semakin mencolok pada aksesoris yang dikenakan. Dalam berbagai kesempatan, Rudy tertangkap kamera mengenakan jam tangan yang identik dengan merek Richard Mille seharga estimasi Rp2,5 miliar serta Audemars Piguet.
Namun, pada kolom "Harta Bergerak Lainnya", kategori untuk perhiasan dan barang antik, angka yang dilaporkan hanya Rp450 juta. Selisih miliaran rupiah antara visual yang terlihat dan data yang tertulis ini memicu dugaan ketidakakuratan pelaporan aset.
Lalu ada juga aset "Harta Lainnya" senilai lebih dari Rp260 miliar dan properti senilai Rp 26,5 miliar.
Jika ditotal, seluruh harta kekayaan Rudy Mas'ud lebih dari Rp 300 miliar.
Hanya saja, Ketua DPD Partai Golkar Kaltim ini melaporkan total kekayaan bersihnya sebesar Rp166,5 miliar. Dia juga tercatat memiliki utang yang mencapai Rp137 miliar.
Hingga berita ini diturunkan, kritik masyarakat masih deras mengalir di media sosial.
Publik menilai adanya "blunder" komunikasi antara Gubernur dan jajarannya soal fungsi mobil dinas, apakah untuk medan lumpur Kaltim atau aspal mulus Jakarta, serta transparansi gaya hidup pejabat yang dianggap belum sepenuhnya jujur dalam laporan negara.