Kritik atas pernyataan Nasaruddin banyak diutarakan, termasuk oleh Pandji Pragiwaksono.
"Sebanyak 36 persen (kasus kekerasan di lingkungan pendidikan) terjadi di lingkungan berbasis agama seperti pesantren," beber Pandji.
Dalam klarifikasinya, Menag Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa ia hanya tidak ingin orang-orang jadi alergi terhadap pesantren.
"Jangan sampai perjuangan para kiai dan santri yang sudah ratusan tahun membangun pesantren menjadi rusak karena hal itu," jelasnya.
3. Pernyataan tentang Zakat

Terbaru, Menag Nasaruddin Umar berbicara tentang meninggalkan zakat yang tidak populer.
"Quran juga tidak mempopulerkan zakat. Pada zaman Nabi, zakat itu nggak populer. Pada masa sahabat juga nggak populer. Yang populer apa? Sedekah," bebernya.
Sekali lagi, Menag Nasaruddin meminta maaf atas pernyataannya yang menimbulkan kesalahpahaman.
Ia menegaskan bahwa zakat hukumnya wajib dan termasuk dalam rukun Islam.
"Maksud pernyataan saya adalah ajakan untuk reorientasi pengelolaan dana umat dari sekadar zakat sebagai kewajiban zakat menuju optimalisasi beragam instrumen," tandasnya.
Itu dia sederet pernyataan kontroversial Menag Nasaruddin yang selalu berakhir dengan permintaan maaf. Bagaimana pendapatmu?
Kontributor : Neressa Prahastiwi