Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari pendakwah kondang Ustaz Yusuf Mansur terkait penetapan hari raya Idul Fitri 1447 H.
Melalui akun Instagram pribadinya, @yusufmansurnew, sang ustaz memberikan pengumuman penting bagi para pengikutnya mengenai kapan jatuhnya 1 Syawal di tahun 2026 ini.
Kabar ini tentu saja langsung memancing perhatian netizen, terutama bagi masyarakat di kota-kota besar yang sudah mulai bersiap merencanakan agenda mudik dan libur lebaran.
Dalam unggahannya yang diposting pada Selasa, 178 Maret 2026, Ustaz Yusuf Mansur secara spesifik menyebutkan tanggal pasti untuk awal bulan Syawal.
Dia menuliskan instruksi singkat namun padat yang merujuk pada kalender tertentu yang menjadi pegangannya selama ini.
"Bismillaaah, 20 Maret... kalender Al mansuriyah. Almanak Al mansuriyah. Cara hisabnya Guru Mansur Jembatan Lima. Izin Allah. insya Allah," tulisnya dalam keterangan foto tersebut.
Penetapan ini didasarkan pada perhitungan dari Lembaga Hisab Falakiyah Almansuriyah yang menggunakan referensi Kitab Sulamunnayyirain.
Berdasarkan data teknis yang dirilis, hasil perhitungan menunjukkan bahwa Ijtima terjadi pada hari Kamis Kliwon, 19 Maret 2026, tepat pada pukul 08:15:50 WIB.
Angka ini menjadi krusial karena dalam kriteria yang digunakan oleh lembaga tersebut, syarat penetapan bulan baru adalah ijtima yang terjadi sebelum waktu Maghrib.
Lebih lanjut, data tersebut merinci bahwa pada waktu Maghrib (18:06:02 WIB), tinggi lihat hilal berada di posisi +1°3'54" dengan elongasi bulan-matahari sebesar +5°43'23" dan umur bulan mencapai 9 jam 50 menit 10 detik.
Dengan terpenuhinya kriteria "Ijtima Sebelum Maghrib", maka Lembaga Hisab Falakiyah Almansuriyah secara resmi menetapkan awal Syawal 1447 H adalah Jumat Legi, 20 Maret 2026.
Metode hisab yang digunakan oleh Ustaz Yusuf Mansur ini merujuk pada tradisi intelektual "Guru Mansur Jembatan Lima", seorang tokoh falak legendaris di Betawi yang ilmunya terus dilestarikan hingga saat ini melalui Almanak Al Mansuriyah.
Meskipun pengumuman ini sudah keluar, masyarakat biasanya tetap menantikan hasil sidang isbat resmi dari pemerintah untuk memastikan keseragaman perayaan hari raya di tingkat nasional.
Namun, bagi para pengikut setia metode Al Mansuriyah, tanggal 20 Maret 2026 kini telah menjadi acuan utama untuk merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.
Kepastian tanggal ini diharapkan memberikan ketenangan bagi umat dalam menjalankan sisa hari di bulan suci sebelum menyambut fajar Idul Fitri.