Suara.com - Zaskia Adya Mecca kembali mencuri perhatian publik melalui aksi inspiratifnya menjelang Hari Raya Idulfitri.
Bukan sekadar merayakan kemenangan, istri sutradara Hanung Bramantyo ini memutuskan untuk turun tangan langsung menyelenggarakan Salat Ied secara mandiri di lingkungan tempat tinggalnya.
Keputusan ini diambil lantaran mayoritas asisten rumah tangga dan tim kantornya pulang kampung, sehingga hanya menyisakan personel yang sangat terbatas di Jakarta. Melalui unggahan di media sosial, aktris sekaligus pengusaha ini menceritakan bahwa ide tersebut bermula dari pertanyaan salah satu pengikutnya.
"Bikin shalat Ied ngga kak masjidnya?" tanya seorang netizen yang kemudian memicu diskusi panjang di benak Zaskia.
Dengan kondisi tim masjid yang hanya tersisa dua orang, Zaskia sempat ragu untuk bertindak sebagai penyelenggara. Namun, sebuah celetukan dari rekannya justru menjadi pemantik semangat.
Saat ada yang bertanya, "Ngapain sih kak repot-repot urus ginian?” Zaskia secara otomatis menjawab, "Yaaa, selagi masih ada energi kenapa enggak?"
Bersama Tasya Nur Medina, Hanung Bramantyo, dan Alfa Suni, mereka akhirnya sepakat bergerak dengan modal bismillah.
Menggandeng Syakir Daulay dan Tokoh Muda sebagai Magnet
Salah satu daya tarik utama dari acara ini adalah pemilihan imam dan khatib. Zaskia berhasil mengajak aktor sekaligus penyanyi muda, Syakir Daulay, untuk bertindak sebagai imam. Kesepakatan tersebut terjalin melalui percakapan santai di sela-sela ibadah Qiyamul Layl.
Zaskia bertanya, "Kalo jadi, siap imamin shalat Ied di lapangan depan gak?” yang langsung dijawab antusias oleh Syakir, “Siap kak! Enak banget aku super deket jadinya dari rumah."
Untuk posisi khatib, Zaskia awalnya menghubungi Risalah Amar. Meski sempat terkendala jadwal, Risalah akhirnya menyanggupi setelah upaya mencari pengganti lain tidak membuahkan hasil. "Pada gak bisa! Yaudah aku aja bismillah," ungkapnya kepada Zaskia.
Kehadiran sosok-sosok muda ini sengaja dipilih Zaskia untuk membangkitkan semangat beribadah yang terasa lebih relevan atau "sefrekuensi" bagi para jemaah.
Menyelenggarakan Salat Ied dalam waktu singkat tentu bukan perkara mudah. Zaskia harus bergerak cepat mengurus izin dari tingkat RT dan RW, hingga sowan ke pengurus masjid terdekat guna memastikan jadwal tidak bentrok.
Pihak masjid setempat pun sangat suportif dan memberikan saran, "Gapapa! Kita shalat jam 6 kurang soalnya. Bikin aja beda jam!”