Meski memang berlatar tahun 60-an, Na Willa sebagai film keluarga diharapkan dapat membuat 'framing' yang jelas.
"Jangan sampai yang harusnya jadi kritik sosial malah kebaca sebagai normalisasi," pungkasnya.
Menanggapi ulasan tersebut, warganet yang pro mengingatkan bahwa anak-anak tetap harus dalam pantauan orangtua dalam menonton film.
Oleh sebab itu, orangtua-lah yang dinilai bertugas memberi 'framing' tentang pernikahan dini.
"Makanya nonton itu perlu pendampingan orang dewasa. Agar jika ada adegan yang menurut masing-masing kurang pas silakan dijelasin sesuai kemampuan dan kepentingan masing-masing," komentar akun @yhanti***.
"Di sinilah peran orangtua untuk memberikan edukasi ke anak-anak sekalipun anak yang kita ajak nonton masih kecil," sahut akun @mamax_gend***.
"Ya tinggal kasih batasan-batasannya jadi orangtua males amat," sindir akun @rivaldih***.
Sudah nonton film Na Willa? Bagaimana pendapatmu?
Kontributor : Neressa Prahastiwi