- Sony Music Indonesia dan Jepang berkolaborasi memperkenalkan Hipdut lewat single "Swipe Kanan Kiri" oleh Sisca Saras dan NecoMe.
- Produser F4dli meramu genre unik ini menyatukan Koplo Dangdut dengan melodi serta instrumen khas Jepang.
- Kolaborasi yang terjadi di Jakarta pada Januari 2026 menghasilkan dua lagu, satu MV, dan dirilis 10 April 2026.
Suara.com - Genre Hip-hop Dangdut alias Hipdut kini tak lagi hanya merajai panggung lokal.
Melalui kolaborasi ambisius lintas negara, Sony Music Indonesia resmi menggandeng Sony Music Japan untuk memperkenalkan musik khas Indonesia ini ke kancah internasional lewat single terbaru bertajuk "Swipe Kanan Kiri".
Proyek istimewa ini mempertemukan penyanyi berbakat Indonesia, Sisca Saras dengan musisi sekaligus idola asal Jepang, NecoMe (Ayaka Yasumoto).
Kolaborasi ini menandai langkah besar dalam membawa identitas musik lokal ke skena musik Jepang yang kompetitif.
Di balik kemasan musiknya yang unik, ada sosok F4dli dari FloorInc. Produser yang sukses lewat lagu viral "Aku Dah Lupa" ini dipercaya untuk meramu sound yang mampu menyatukan dua budaya.
"Tim Sony Music Indonesia menawarkan proyek ini karena mereka tertarik dengan karakter sound saya. Kami ingin menciptakan sesuatu yang segar; dasarnya adalah Koplo atau Dangdut, namun diberi sentuhan melodi dan instrumen khas Jepang," ujar F4dli dalam keterangan resmi.
Bagi Sisca Saras, proyek ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan pengalaman internasional pertamanya yang sangat berkesan.
Menariknya, Sisca dan Ayaka Yasumoto memiliki latar belakang yang serupa, sama-sama tumbuh di dunia idol group.
Sisca merupakan eks-member JKT48, sementara Ayaka adalah member grup ternama Jepang, Shiritsu Ebisu Chugaku.
"Pengerjaan single ini seru banget! Aku senang bisa nyanyi bareng Ayaka yang punya latar belakang mirip denganku. Buatku, Hipdut itu santai, enerjik, dan asyik untuk dipakai joget," ujar Sisca antusias.
Senada dengan Sisca, Ayaka Yasumoto yang juga dikenal sebagai pengisi suara di Love Live! School Idol Musical, merasa terhormat terpilih sebagai "duta budaya" lewat lagu ini.
Ia berharap kolaborasi ini menjadi pintu pembuka untuk kerja sama lebih lanjut dengan musisi Indonesia lainnya.
Meski terkendala perbedaan bahasa, proses kreatif yang dilakukan melalui workshop intensif berjalan mulus.
Pada Januari 2026, tim Sony Music Japan memboyong Ayaka ke Jakarta untuk melakukan rekaman bersama Sisca.
Hanya dalam waktu singkat (lima hari) keduanya berhasil merampungkan dua lagu, satu video musik, serta tujuh konten pendukung.