Suara.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi sasaran amukan seorang warga usai diduga hendak melakukan penipuan saat baru-baru ini menghubungi keluarga korban kecelakaan di Subang, Jawa Barat.
Peristiwa itu terjadi ketika Dedi Muyladi berinisiatif memberikan bantuan kepada suami korban tabrak truk yang meninggal dunia.
Mulanya Dedi Mulyadi terlihat mendatangi warung milik korban, tetapi sang suami tidak berada di tempat sehingga ia mencoba menghubunginya melalui telepon.
Dalam percakapan tersebut, lelaki yang disapa KDM itu sempat berpura-pura sebagai orang lain, yang kemudian memicu kecurigaan dari lawan bicaranya.
"Saya dengan Pak Dedi yang punya agen, bapak belum bayar ya ke saya,” ucap Dedi dari video yang diunggah kanal YouTube-nya pada 28 Maret 2026.
Pengakuan Dedi tersebut langsung ditanggapi dengan nada penuh kecurigaan oleh suami korban.
"Kalau benar Anda Dedi, siapa nama istri Anda?" tanya lelaki tersebut memastikan identitas lawan bicaranya.
Situasi pun semakin memanas ketika jawaban yang diberikan Dedi justru tidak sesuai dengan ekspektasi sang suami korban.
"Saya enggak punya istri pak, duda," jawab Dedi.
Merasa ada yang tak beres, lelaki tersebut langsung mengultimatum Dedi dengan kata-kata kasar.
"Enggak mungkin, agen saya Haji Dedi punya istri punya anak, Anda jangan bohong, Anda mau nipu saya, anji*g lo," ucapnya dengan emosi.

Dedi akhirnya meminta agar dilakukan panggilan video agar identitasnya dapat dipastikan secara langsung.
"Iya saya Haji Dedi, lihat saja wajahnya sama bapak ke sini sok video call," imbuhnya, yang akhirnya membuka fakta sebenarnya.
Setelah melihat langsung, lelaki tersebut baru menyadari bahwa sosok Dedi yang dimaksud ternyata adalah orang nomor satu di Jawa Barat.
"Astaghfirullahalazim, ini mah Haji Dedi Gubernur," ujarnya dengan nada terkejut .
Ia pun segera meminta maaf atas ucapannya yang kasar.
"Pak Haji Dedi (saya) minta maaf, ampun. Kirain mah siapa. Haji Dedi yang saya kenal mah punya agen, punya istri," katanya.
Permintaan maaf tersebut disampaikan dengan penuh penyesalan atas kesalahpahaman yang terjadi.
"Maaf saya sudah ngomong kasar, kirain teh orang mau nipu saya," ujarnya.
Dedi pun hanya tertawa dan tetap melanjutkan niat baiknya untuk membantu.
Sebagai bentuk kepedulian, Dedi memberikan bantuan kepada keluarga korban agar bisa kembali menjalankan usaha mereka.
"Akang kirim nomor rekening ya, saya kirim Rp25 juta bantuan," tutur KDM.
Mendengar hal itu, ellaki tersebut langsung mengucapkan terima kasih. Ia menangis penuh haru atas bantuan yang diberikan gubernur Jawa Barat itu.
“Oh iya nanti saya kirim, terima kasih Pak Haji," imbuhnya.
Di akhir percakapan, Dedi Mulyadi memberikan semangat kepada keluarga korban agar bisa bangkit kembali.
"Sok mangga, nanti bisa jualan lagi," tuturnya.
Kontributor : Rizka Utami