Imbas Polemik Baliho Aku Harus Mati, Lembaga Sensor Film Godok Aturan Iklan Ramah Semua Umur

Sumarni, Tiara Rosana

Senin, 06 April 2026 | 11:37 WIB
Imbas Polemik Baliho Aku Harus Mati, Lembaga Sensor Film Godok Aturan Iklan Ramah Semua Umur
Poster film Aku Harus Mati yang akan tayang pada 2 April 2026. [Instagram]
baca 10 detik
  • Lembaga Sensor Film mengklasifikasikan film Aku Harus Mati untuk penonton dewasa karena kontennya kontekstual dengan tema pesugihan.
  • Masyarakat mengkritik baliho film tersebut di ruang publik karena dianggap memicu gangguan psikologis bagi audiens semua umur.
  • LSF berencana bersinergi dengan Kemendagri untuk mengatur standar materi promosi luar ruang agar ramah bagi semua kelompok usia.

Suara.com - Lembaga Sensor Film (LSF) akhirnya memberikan penjelasan terkait ramainya kritik publik terhadap materi promosi film horor Aku Harus Mati. 

Baliho film tersebut dianggap meresahkan karena memuat kalimat provokatif yang dinilai bisa memicu gangguan psikologis atau triggering bagi masyarakat yang melihatnya di ruang terbuka.

Ketua LSF, Naswardi, menjelaskan bahwa film produksi PT Adlink Cinema Media Indonesia ini telah didaftarkan ke lembaga sensor sejak 6 Agustus 2025. 

Dengan durasi 94 menit, film garapan sutradara Hestu Saputra tersebut telah melalui proses penelitian dan penilaian secara prosedural.

"Dari judul, tema, adegan, dialog, monolog, hingga cerita, kami mengklasifikasikan film ini untuk penonton dewasa 17 tahun ke atas. Lembaga sensor memutuskan keputusannya ada di situ," kata Naswardi saat dihubungi pada Minggu, 5 April 2026.

Jumpa pers film Aku Harus Mati di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026). [Rena Pangesti/Suara.com]
Jumpa pers film Aku Harus Mati di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (26/3/2026). [Rena Pangesti/Suara.com]

Terkait pemilihan judul yang dianggap sensitif, Naswardi menyebut pihaknya memiliki acuan utama dalam proses penilaian, yakni tema, judul, konteks, dan dampak. 

Menurutnya, judul Aku Harus Mati tetap diloloskan karena masih selaras dengan isi cerita yang diangkat.

"Antara judul dengan cerita film ini masih kontekstual. Temanya berkaitan dengan horor pesugihan. Dalam cerita tersebut, setiap tindakan pesugihan mengandung konsekuensi," jelas Naswardi.

"Ada kaitan antara kehidupan urban, status sosial, dengan dampak dari pesugihan tersebut. Karena masih kontekstual, kami tidak melakukan revisi judul saat proses penilaian," sambungnya.

baca juga

Masalah Izin Iklan Luar Ruang

Polemik mencuat ketika judul film yang diklasifikasikan untuk dewasa tersebut terpampang jelas di baliho dan billboard jalanan yang bisa diakses oleh semua umur, termasuk anak-anak. 

Naswardi mengakui adanya celah regulasi dalam pengawasan media promosi di ruang publik.

Selama ini, LSF telah menjalin kerja sama dengan gabungan pengusaha bioskop untuk memastikan media promosi di area bioskop, seperti trailer di TV plasma, harus berkategori Semua Umur (SU). 

Namun, untuk urusan baliho di jalan raya, kewenangannya berada di bawah pemerintah daerah.

"Kewenangan izin pemasangan billboard atau baliho di tempat umum itu ada di pemerintah daerah, baik Gubernur, Bupati, maupun Wali Kota. Secara etis memang kurang tepat jika media promosi untuk penonton dewasa dipajang di fasilitas umum yang bisa diakses semua umur," tuturnya.

Sinergi dengan Kemendagri

Merespons kegaduhan ini, LSF berencana merumuskan kebijakan baru agar materi promosi film di ruang publik memiliki standar yang berbeda dengan klasifikasi filmnya. 

Naswardi menegaskan bahwa ke depan, materi iklan di jalanan harus ramah untuk semua kelompok usia.

"Kami sedang menggodok kebijakan agar media promosi di ruang publik klasifikasinya harus disiapkan untuk semua umur. Karena di jalanan, kita tidak bisa membedakan siapa yang melihat," ucap Naswardi.

Dia menambahkan bahwa LSF akan segera bersinergi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menyamakan persepsi dengan pemerintah daerah terkait izin reklame film. 

Selain itu, LSF berencana mengeluarkan imbauan atau edaran kepada seluruh rumah produksi agar lebih bijak menyiapkan materi promosi luar ruang.

Film Aku Harus Mati sendiri berkisah tentang teror mistis yang dialami seorang perempuan bernama Mala (Hana Saraswati) akibat konsekuensi kelam dari praktik pesugihan. 

Meski secara konten cerita dianggap memenuhi syarat untuk tayang bagi penonton dewasa, namun visualisasi promosinya di ruang publik kini menjadi evaluasi besar bagi regulator dan industri film Tanah Air.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinopsis Film Jadi Tuh Barang, Kisah Kocak Oki Rengga dari Patah Hati hingga Jadi Pawang Hujan

Sinopsis Film Jadi Tuh Barang, Kisah Kocak Oki Rengga dari Patah Hati hingga Jadi Pawang Hujan

Entertainment | Minggu, 05 April 2026 | 22:00 WIB

Film Autopsy: Dead Body Can Talk, Jejak Kebenaran di Meja Autopsi

Film Autopsy: Dead Body Can Talk, Jejak Kebenaran di Meja Autopsi

Entertainment | Minggu, 05 April 2026 | 18:30 WIB

Dokter Piprim Kecam Billboard Promosi Film Aku Harus Mati, Dinilai Berbahaya Bagi Mental Anak

Dokter Piprim Kecam Billboard Promosi Film Aku Harus Mati, Dinilai Berbahaya Bagi Mental Anak

Entertainment | Minggu, 05 April 2026 | 21:00 WIB

Dialog Terima Kasih Soeharto di Film Dilan ITB 1997 Picu Kontroversi

Dialog Terima Kasih Soeharto di Film Dilan ITB 1997 Picu Kontroversi

Entertainment | Minggu, 05 April 2026 | 17:00 WIB

Hadirkan Isu Kemanusiaan dan Pendidikan di Sumba, Film Yohanna Siap Tayang di Bioskop 9 April

Hadirkan Isu Kemanusiaan dan Pendidikan di Sumba, Film Yohanna Siap Tayang di Bioskop 9 April

Entertainment | Minggu, 05 April 2026 | 08:06 WIB

Sinopsis Thrash, Phoebe Dynevor Hadapi Ancaman Hiu di Tengah Badai Dahsyat

Sinopsis Thrash, Phoebe Dynevor Hadapi Ancaman Hiu di Tengah Badai Dahsyat

Entertainment | Sabtu, 04 April 2026 | 12:16 WIB

Terkini

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Daftar Rincian Isi 7 Koper Emas 74 Kg dan Dolar di Brankas Rumah Febrie Adriansyah

Daftar Rincian Isi 7 Koper Emas 74 Kg dan Dolar di Brankas Rumah Febrie Adriansyah

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:35 WIB

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Jalan Sumut, Salah Satunya dari BBPJN

KPK Tetapkan 8 Tersangka Baru Kasus Jalan Sumut, Salah Satunya dari BBPJN

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:34 WIB

Penerimaan Pajak Melesat 24,1% di Agustus 2026 karena Pemerintah Tunda Restitusi ke Pengusaha

Penerimaan Pajak Melesat 24,1% di Agustus 2026 karena Pemerintah Tunda Restitusi ke Pengusaha

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:33 WIB

Istanbul Jadi Sumber Inspirasi, Brand Fashion Indonesia Perkuat Jejak di Turkiye

Istanbul Jadi Sumber Inspirasi, Brand Fashion Indonesia Perkuat Jejak di Turkiye

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:31 WIB

12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi

12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi

Sumsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Pintu Lift Rusak, 6 Penumpang Terjebak di Stasiun Manggarai Berhasil Dievakuasi

Pintu Lift Rusak, 6 Penumpang Terjebak di Stasiun Manggarai Berhasil Dievakuasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:14 WIB

Defisit APBN Cuma 0,93% di Agustus 2026, Ternyata Ada Peran Bank Indonesia

Defisit APBN Cuma 0,93% di Agustus 2026, Ternyata Ada Peran Bank Indonesia

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:11 WIB

Masih Bocah, Pelaku Begal Sadis Seret Warga Pekanbaru hingga 600 Meter Ditangkap

Masih Bocah, Pelaku Begal Sadis Seret Warga Pekanbaru hingga 600 Meter Ditangkap

Riau | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:08 WIB

PNM Kembali Terbitkan Orange Bond dan Orange Sukuk Rp2,59 Triliun

PNM Kembali Terbitkan Orange Bond dan Orange Sukuk Rp2,59 Triliun

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:50 WIB

×