Suara.com - Annisa Hadiyanti, pendiri serial animasi Nussa Rarra kembali menuntut hak royalti dari IP Nussa yang dijual ke Visinema Pictures.
Dalam unggahan terbarunya, Annisa mengatakan bahwa selama ini ia masih menunggu itikad baik dari Aditya Triantoro untuk memberikan haknya.
Namun hingga kini ia mengaku belum mendapatkan royalti dari perusahaan yang sempat didirikannya bersama mantan suaminya itu.
"Sampai hari ini, hak saya berupa royalti masih belum juga dibayarkan, dan ini sudah masuk ke ranah wanprestasti," tulis Annisa melalui unggahannya pada Minggu, 5 April 2026.
Selain menuntut haknya, Annisa juga mengungkap kebohongan yang dibuat Aditya Triantoro saat ia hadir sebagai bintang tamu di podcast Denny Sumargo.
Annisa menampik pernyataan mantan suaminya yang mengatakan bahwa dirinya bukanlah pendiri Nussa Rarra.
Ia menegaskan bahwa kontribusinya dalam membangun proyek tersebut tidak bisa dihapus begitu saja.
"Dan jelas tercatat di AHU dari awal bahwa saya termasuk pendiri PT dan studionya. Di PT itu dibikin studio animasi The Little Giantz, dan dari sini IP Nussa lahir. Jadi jelas jawabannya kebohongan publik ya," kata Annisa.
Annisa juga mengatakan bahwa Aditya berbohong soal karakter Umma yang sebelumnya disebut terinspirasi dari selingkuhannya.
Dalam podcast Denny Sumargo, Aditya menyebut bahwa karakter Umma dibuat oleh tim desain, bukan dari pribadinya.
"Jujur ngakak si pas lihat giliran yang bikin supporting character lempar cuci tangan ke yang bikin tim design," ujar Annisa.

Menariknya, dalam pernyataannya Annisa turut menyeret nama Ustaz Felix Siauw yang disebut pernah dilibatkan dalam proses konsultasi desain karakter.
"Intinya semuanya kalau mau bersaksi jujur tim inti design jelas ada, bahkan dulu karena kita awam dalam masalah agama kita sempat konsultasikan juga perihal desainnya ke salah satu ustaz, spill aja lah ya beliau Ustaz Felix @felix.siauw," imbuhnya.
Annisa bahkan menyatakan keyakinannya bahwa Ustaz Felix dapat bersikap objektif jika diminta memberikan keterangan.