- Film horor ikonik Bangunnya Nyi Roro Kidul garapan Sisworo Gautama Putra dirilis pada tahun 1985 yang lalu.
- Tiga mahasiswa membangkitkan wanita misterius bernama Lela saat melakukan penelitian ilmiah di wilayah Pantai Selatan Jawa.
- ANTV menayangkan kembali film tersebut pada Rabu, 8 April 2026, pukul 20.00 WIB untuk para pemirsa setia.
Suara.com - Film Bangunnya Nyi Roro Kidul menjadi salah satu film paling ikonik dari Ratu Horor Suzzanna.
Dirilis pada tahun 1985, film ini menggabungkan unsur mitologi penguasa Laut Selatan dengan balutan misteri dan ketegangan yang menjadi ciri khas sutradara Sisworo Gautama Putra.
Bangunnya Nyi Roro Kidul akan ditayangkan ANTV pada Rabu (8/4/2026) malam ini pukul 20.00 WIB. Berikut kami sajikan sinopsisnya.
Cerita bermula ketika tiga orang mahasiswa, Ario (George Rudy), Yusak (Bagus Santoso), dan seorang rekan mereka Dudi (Dorman Borisman), melakukan perjalanan ke Pantai Selatan untuk membuktikan kebenaran misteri Nyi Roro Kidul secara ilmiah.
Alih-alih mendapatkan data penelitian, mereka justru menemukan sesosok wanita cantik yang terkubur di dalam pasir dalam keadaan tak bernyawa namun tubuhnya masih utuh.
Ario, yang merasa iba dan penasaran, berhasil "membangunkan" wanita tersebut (Suzzanna).
Wanita misterius itu kemudian mengaku bernama Lela. Kehadiran Lela membawa perubahan besar dalam hidup Ario.
Kecantikan Lela yang memikat membuat Ario jatuh hati, namun di balik itu, serangkaian kejadian aneh dan mengerikan mulai meneror orang-orang di sekitar mereka.
Lela sebenarnya bukanlah manusia biasa. Ia adalah perwujudan atau utusan dari penguasa Laut Selatan yang bangkit untuk menuntut balas atau menjalankan misi tertentu.
Konflik memuncak ketika identitas asli Lela mulai terkuak, dan nyawa orang-orang di sekitarnya terancam oleh kekuatan gaib yang tak terbendung.
Suzzanna kembali membuktikan julukannya sebagai "Ratu Horor Indonesia".
Dalam film ini, ia mampu menampilkan dua sisi kepribadian: sosok wanita yang lembut dan rapuh, sekaligus sosok mistis yang dingin dan mengerikan.
Tatapan matanya yang tajam tetap menjadi senjata utama yang membuat bulu kuduk penonton merinding.
George Rudy, yang kala itu merupakan bintang laga papan atas, memberikan performa yang solid sebagai Ario.
Chemistry antara George Rudy dan Suzzanna memberikan dimensi romansa yang tragis di tengah suasana horor yang mencekam.