Untuk urusan bahan bakar, warga di Iran tidak menggunakan tabung gas melon atau LPG, melainkan menggunakan sistem pipa yang terhubung.
Pipa tersebut langsung dari pusat ke tembok-tembok rumah untuk kebutuhan memasak dan pemanas musim dingin.
Biaya gas ini pun sangat murah, di mana untuk keluarga beranggotakan tiga orang, tagihannya hanya sekitar 600 tuman atau sekitar Rp2.000 per bulannya.
Meski situasi regional sedang memanas, kesaksian langsung dari lokasi menunjukkan bahwa layanan publik tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.
"Iya. Kalau selama perang yang sudah 32 hari ini ya 32 hari ini semuanya aman lancar tetap kayak seperti biasanya," ungkapnya.
Fasilitas energi di Iran tetap terjaga, membuktikan bahwa ketahanan utilitas mereka tetap kokoh di tengah bayang-bayang konflik.
Harga murah untuk air, listrik dan gas ini membuat netizen Indonesia iri.
Mereka juga menduga kalau Iran bisa semurah itu karena di sana tak ada korupsi.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah