Pemberontakan Para Jenderal di Pentagon, Gagalnya Serangan Darat Trump ke Iran

Bernadette Sariyem

Rabu, 08 April 2026 | 18:44 WIB
Pemberontakan Para Jenderal di Pentagon, Gagalnya Serangan Darat Trump ke Iran
Kepala Staf Angkatan Darat, Randy George, yang dipecat Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth. [Instagram/@usarmy]
baca 10 detik
  • Presiden Donald Trump secara mengejutkan menerima sepuluh tuntutan Iran untuk gencatan senjata pada Rabu, 8 April 2026.
  • Pemerintah AS melakukan pembersihan pejabat militer senior yang dinilai kritis terhadap rencana invasi darat ke wilayah Iran.
  • Analis menilai invasi darat ke Iran berisiko tinggi memicu bencana militer serta memberikan beban ekonomi yang sangat besar.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan menerima 10 tuntutan Iran agar tercapai gencatan senjata, Rabu (8/4/2026).

Padahal sebelumnya, Trump menegaskan akan memulai invasi darat ke Iran untuk mengakhiri rezim Republik Islam Iran.

Wall Street Journal, Jumat (27/3), melaporkan sedikitnya 50 ribu tentara AS, termasuk pasukan para serta grup elite, sudah berada di Timur Tengah sebagai persiapan serangan darat.

Namun, invasi darat itu tak kunjung terjadi. Sejumlah laporan menyebut, hal tersebut disebabkan tedapat pemberontakan sejumlah jenderal yang menentang rencana Trump untuk serangan darat.

Pemberontakan itu tak hanya desas-desus. Pekan lalu, Jenderal Randy George, Kepala Staf Angkatan Darat AS, resmi dicopot dari jabatannya oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jenderal Randy George yang baru saja dipecat. (Wikipedia)
Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jenderal Randy George yang baru saja dipecat. (Wikipedia)

Tak hanya itu, Hegseth juga memerintahkn Jenderal George untuk pensiun.  Meski secara kasat mata terlihat seperti rotasi rutin di Pentagon, langkah ini diyakini membawa pesan strategis yang jauh lebih dalam dan berbahaya di tengah kecamuk perang dengan Iran.

Jenderal George bukanlah perwira sembarangan. Sebagai jenderal bintang empat infanteri dengan pengalaman tempur selama lebih dari empat dekade—mulai dari Perang Teluk, Perang Irak, hingga Afghanistan—ia adalah sosok profesional yang paling kompeten untuk memberi nasihat kepada presiden terkait risiko invasi darat.

Namun, pemecatannya terjadi tepat satu hari setelah pidato Presiden Donald Trump mengenai Iran, mengirimkan sinyal bahwa Gedung Putih sedang menyingkirkan suara-suara kritis yang menghalangi rencana eskalasi militer.

Pola Pembersihan Profesional Militer

baca juga

Pemecatan George bukanlah insiden terisolasi. Ini adalah bagian dari pembongkaran sistematis kepemimpinan senior militer di bawah masa jabatan kedua Presiden Trump.

George menambah daftar panjang lebih dari selusin perwira tinggi yang diberhentikan secara mendadak.

Sebelumnya, Laksamana Lisa Franchetti (Kepala Operasi Angkatan Laut), Jenderal Jim Slife (Wakil Kepala Staf Angkatan Udara), hingga Jenderal Charles “CQ” Brown Jr. (Ketua Kepala Staf Gabungan) telah lebih dulu disingkirkan.

Turut dipecat bersama George adalah Kepala Pendeta Angkatan Darat, Mayjen William Green Jr, dan Komandan Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat, Jenderal David Hodne.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, hanya memberikan pernyataan normatif tanpa menjelaskan alasan di balik keputusan mendadak ini.

Namun, laporan internal menyebutkan, Hegseth menginginkan pemimpin yang sepenuhnya patuh pada visinya dan visi Presiden Trump.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen

Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen

News | Rabu, 08 April 2026 | 18:34 WIB

Turki Kecam Israel yang Rusak Semua Upaya Akhiri Konflik Timteng

Turki Kecam Israel yang Rusak Semua Upaya Akhiri Konflik Timteng

Video | Rabu, 08 April 2026 | 18:15 WIB

Kilang Minyak Iran Diserang Usai Gencatan Senjata Diumumkan

Kilang Minyak Iran Diserang Usai Gencatan Senjata Diumumkan

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:53 WIB

Siapa Shehbaz Sharif? Tokoh Kunci di Balik Gencatan Senjata AS-Iran

Siapa Shehbaz Sharif? Tokoh Kunci di Balik Gencatan Senjata AS-Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 17:04 WIB

Hizbullah Ancam Israel: Jika Langgar Gencatan Senjata, Iran Siap Turun Tangan

Hizbullah Ancam Israel: Jika Langgar Gencatan Senjata, Iran Siap Turun Tangan

News | Rabu, 08 April 2026 | 16:54 WIB

Gencatan Senjata AS-Iran: Daftar 10 Tuntutan Teheran yang Disetujui Trump dan Fakta Terbarunya

Gencatan Senjata AS-Iran: Daftar 10 Tuntutan Teheran yang Disetujui Trump dan Fakta Terbarunya

News | Rabu, 08 April 2026 | 16:22 WIB

Iran Buka Selat Hormuz, Bagaimana Nasib 2 Kapal Pertamina?

Iran Buka Selat Hormuz, Bagaimana Nasib 2 Kapal Pertamina?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 15:54 WIB

Selat Hormuz Kembali Dibuka 2 Pekan, Legislator DPR: Ini Peluang Sekaligus Ujian Buat Indonesia

Selat Hormuz Kembali Dibuka 2 Pekan, Legislator DPR: Ini Peluang Sekaligus Ujian Buat Indonesia

News | Rabu, 08 April 2026 | 15:37 WIB

Donald Trump Sebut Ada Peran China di Balik Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat

Donald Trump Sebut Ada Peran China di Balik Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat

News | Rabu, 08 April 2026 | 14:40 WIB

Terkini

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:45 WIB

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:23 WIB

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:20 WIB

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 22:05 WIB

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:44 WIB

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 21:35 WIB

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:59 WIB

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:54 WIB

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 20:44 WIB

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami

News | Selasa, 07 Juli 2026 | 19:35 WIB

×