- Melly Goeslaw mengusulkan integrasi ekonomi kreatif ke dalam RUU Sisdiknas dalam rapat Komisi X DPR pada 8 April 2026.
- Usulan ini mencakup penerapan mata pelajaran berbasis teknologi dan kewirausahaan untuk jenjang SMP hingga SMA di seluruh Indonesia.
- Langkah ini bertujuan menciptakan generasi adaptif yang memiliki keterampilan praktis, karakter tangguh, serta kemampuan menyelesaikan masalah di masa depan.
Suara.com - Penyanyi sekaligus anggota Komisi X DPR RI Melly Goeslaw mengusulkan agar ekonomi kreatif masuk dalam Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).
Hal ini disampaikan Melly Goeslaw saat menghadiri rapat bersama Komisi X DPR RI yang digelar pada Rabu, 8 April 2026.
Dia menilai sistem pendidikan perlu lebih fleksibel mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan industri.
Menurut Melly, RUU Sisdiknas perlu memberi ruang bagi sekolah untuk menyesuaikan struktur mata pelajaran, termasuk memasukkan bidang seperti kewirausahaan digital, pengembangan konten, desain kreatif, hingga bisnis berbasis teknologi.
"Sekolah harus menjadi ruang yang membuat anak berani mencoba, berani gagal, dan berani belajar dari kesalahan. Karakter risk taker yang sehat justru lahir dari pendidikan kreatif," kata Melly Goeslaw melalui pernyataan yang diterima awak media pada Rabu, 8 April 2026.
![Melly Goeslaw saat memberikan pendapatnya terkait tuntutan terhadap transparansi LMKN di Gedung DPR MPR RI, Senayan, Jakarta. [dokumentasi pribadi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/01/99393-melly-goeslaw.jpg)
Dia menilai, pendidikan tidak bisa lagi hanya berfokus pada teori konvensional. Menurutnya, pendekatan kreatif justru penting untuk membentuk kemampuan berpikir dan menyelesaikan masalah.
Materi ekonomi kreatif, lanjut dia, bisa diterapkan sebagai mata pelajaran tersendiri, muatan pilihan, atau diintegrasikan dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, hingga ekstrakurikuler, khususnya di jenjang SMP hingga SMA/SMK.
Selain untuk kesiapan karier, Melly menyebut pendidikan kreatif juga berdampak pada perkembangan karakter siswa, termasuk kepercayaan diri dan kemampuan mengambil keputusan.
"Alih-alih anak merasa tertekan tanpa ruang ekspresi, pendidikan kreatif justru bisa menjadi jalan untuk menemukan solusi, membangun kepercayaan diri, dan melihat kegagalan sebagai proses belajar," ucapnya.
Melly menambahkan, pembelajaran ekonomi kreatif sejak dini juga penting agar siswa tidak hanya mampu menghasilkan karya atau bisnis, tetapi juga memahami aspek etika dan tanggung jawab sosial.
Sebagai informasi, wacana pembaruan RUU Sistem Pendidikan Nasional tengah menjadi perhatian, seiring kebutuhan menyesuaikan sistem pendidikan dengan perkembangan teknologi dan dunia kerja.
Sejumlah negara maju sendiri telah lebih dulu memasukkan kewirausahaan, desain, dan inovasi ke dalam kurikulum sekolah menengah.
Melalui usulan ini, Melly Goeslaw berharap pendidikan nasional tidak hanya mencetak lulusan akademis, tetapi juga generasi yang kreatif, adaptif, dan mampu menjadi problem solver di masa depan.