- Menteri Abdul Mu'ti menghadiri nonton bareng film Children of Heaven di Senayan, Jakarta Pusat, pada 22 Mei 2026.
- Film garapan Hanung Bramantyo tersebut dinilai mengandung nilai edukatif kuat tentang semangat berjuang meski dalam keterbatasan ekonomi.
- Menteri berencana menginisiasi kegiatan sosial berbagi sepatu bagi anak-anak Indonesia yang membutuhkan setelah menonton film tersebut.
Suara.com - Film Children of Heaven versi Indonesia mendapat perhatian dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti usai hadir dalam acara nonton bareng bersama para pemain di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat, 22 Mei 2026.
Film garapan sutradara Hanung Bramantyo tersebut rupanya meninggalkan kesan tersendiri bagi sang menteri. Cerita tentang Ali dan Zahra yang harus berbagi sepatu mengingatkannya pada masa kecilnya dulu.
"Ya saya kira dari mulai awal sampai akhir, film itu sangat kuat dengan kehidupan masyarakat. Terutama saya, mohon maaf tidak mendramatisasi ya, saya kan dari kampung yang sepatunya juga cuma satu gitu," kata Abdul Mu'ti kepada awak media.
"Itu pun dipakainya seminggu sekali waktu sekolah dulu kalau ada pramuka, selebihnya enggak pakai sepatu," ucapnya menyambung.
Menurutnya, film tersebut dekat dengan realitas kehidupan masyarakat dan punya banyak nilai yang relevan dengan dunia pendidikan.
![Film Children of Heaven versi Indonesia mendapat perhatian dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti usai hadir dalam acara nonton bareng bersama para pemain di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat, 22 Mei 2026. [Suara.com/Tiara Rosana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/24/22494-menteri-pendidikan-dasar-dan-menengah-abdul-muti-usai-nonton-children-of-heaven-versi-indonesia.jpg)
"Kekurangan tidak boleh menjadi alasan seseorang untuk tidak memiliki masa depan. Ini nilai edukatif yang sangat penting karena siapa pun saya kira, kalau dia bersungguh-sungguh, dia akan bisa sukses," ujarnya.
Andri Mashadi yang memerankan tokoh Karim, ayah Ali dan Zahra menilai Children of Heaven bisa menjadi gambaran semangat belajar anak-anak Indonesia.
"Menurutku penting banget film ini jadi inspirasi dan juga jadi contoh. Selain kita tahu ya bahwa semangat juang anak-anak yang ada di Indonesia terutama untuk belajar itu sebenarnya sangat amat tinggi, dan guru-guru juga semangat untuk mengajari juga sangat amat tinggi," tutur Andri dalam kesempatan yang sama.
Senada dengan itu, Faradina Mufti berharap perhatian terhadap pendidikan di daerah terpencil bisa semakin merata.
"Terutama mungkin untuk di daerah pedalaman yang belum banyak terjangkau, semoga semakin diawasi lagi, semakin diperhatikan lagi agar semua bisa rata dan semua juga mendapatkan hak untuk belajar dan mengajar dengan sangat layak," harap Faradina.
Usai nobar, Abdul Mu'ti bahkan melontarkan ide untuk menggelar kegiatan sosial berbagi sepatu untuk anak-anak yang membutuhkan.
"Kita ketemu gagasan untuk sekali lagi kita nonton dan ada action. Tidak hanya tukar sepatu di bioskop, tapi kita bagi-bagi sepatu untuk anak-anak yang memang belum punya sepatu. Tapi sepatunya sepasang ya, bukan hanya satu ya," bebernya sambil bercanda.
Film Children of Heaven versi Indonesia merupakan remake resmi film Iran karya Majid Majidi yang dirilis pada 1997. Versi Indonesia mengambil latar Jawa Tengah era 1980-an dan akan tayang di bioskop mulai Rabu, 27 Mei 2026.