- Siswa SMA di Indonesia viral karena mengunggah video joget mengenakan seragam ketat saat merayakan kelulusan sekolah.
- Konten tersebut menuai kritik keras dari netizen Malaysia karena dianggap tidak mencerminkan nilai moral pendidikan.
- Fenomena ini memicu perdebatan publik mengenai etika berpakaian serta citra pelajar di mata masyarakat internasional.
Suara.com - Tren video perayaan kelulusan siswa SMA di Indonesia yang menggunakan lagu remix "Kicau Mania" belakangan ini menjadi sorotan negatif.
Bukan karena prestasi, konten yang menampilkan aksi joget dengan seragam ketat tersebut memicu kritik keras dari netizen mancanegara, khususnya dari Malaysia.
Konten yang viral di media sosial ini memperlihatkan sekelompok siswa sekolah menengah yang melakukan koreografi di depan sekolah.
Video tersebut dinilai tidak mencerminkan nilai moral pendidikan dan dianggap kurang pantas oleh masyarakat luar, terutama karena pilihan busana dan gaya joget yang dianggap terlalu berlebihan bagi status pelajar.
Salah satu netizen asal Malaysia melalui akun @jallee_x mempertanyakan fenomena ini.
"Hi to Indonesian, nak tanya... bukan ke negara korang merupakan negara Muslim terbanyak di Asia bahkan di Dunia? Kenapa bende ni jadi trend dekat sekolah-sekolah Indonesia? Dengan perempuan terjerit-jerit, joget, pakaian ketat. Sekolah korang memang luluskan eh buat tren macam ni?" tulisnya.
Kritik tersebut memicu diskusi panas di kolom komentar. Tak sedikit netizen Indonesia yang justru sependapat dengan sentimen tersebut.
"Emang bener, slide ke 4 bukan kayak murid melainkan spek mbak-mbak LC," tulis akun @she***.
"Jangankan netizen Malaysia, aku orang Indonesia aja terkejut," ujar akun @tur***.
Fenomena ini mencerminkan pergeseran tren di kalangan remaja Indonesia. Jika dulu perayaan kelulusan identik dengan aksi coret baju yang bersifat nostalgia, kini transisi tersebut berubah menjadi konten kreatif berbasis platform digital.
Meski bertujuan untuk merayakan momen kelulusan, aksi tersebut kini menuai perdebatan soal etika berpakaian dan citra pendidikan di mata publik internasional.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak sekolah terkait mengenai kritik yang dialamatkan kepada para siswa tersebut.