Sebaliknya, ada metode yang lebih lembut seperti Pick Up/Put Down, di mana orangtua tetap memberikan kenyamanan fisik saat bayi menangis.
Bagi orangtua yang merasa tidak cocok dengan tekanan sleep training konvensional, tersedia alternatif lain yang lebih empatis.
Metode "responsive parenting" yang fokus pada kebutuhan anak dan merespons mereka dengan kasih sayang kini semakin banyak diminati.
Selain itu, teknik "co-sleeping" atau tidur bersama anak dipercaya dapat meningkatkan keintiman dan kepercayaan antara orang tua dan bayi.
Memahami bahwa setiap anak memiliki kebutuhan unik sangatlah penting, karena jika anak menangis saat ditinggal, itu bisa jadi tanda bahwa mereka masih sangat membutuhkan kehadiran orang tua.
Keselamatan anak harus selalu menjadi prioritas utama di atas keinginan untuk mengikuti tren.
Sangat disarankan bagi orangtua untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli parenting sebelum memulai program pelatihan tidur apa pun.
Keberhasilan dalam pola asuh tidak diukur dari seberapa cepat bayi bisa tidur sendiri, melainkan dari kesejahteraan fisik dan emosional sang buah hati.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah