Penonton mengharapkan ledakan nostalgia melalui lagu-lagu hits yang membesarkan namanya.
Meski ia sempat menyisipkan lagu-lagu legendaris seperti "Baby" atau "Never Say Never", Bieber hanya membawakannya dalam versi potongan atau medley.
Hal ini membuat banyak orang merasa "digantung" karena tidak bisa menikmati lagu tersebut secara utuh.
Ekspektasi yang sudah terbangun lewat rumor setlist lagu lawas pun akhirnya hancur, menyisakan kekosongan emosional bagi mereka yang datang demi bernostalgia.
3. Format Karaoke yang Dianggap Tidak Profesional

Salah satu poin kritikan paling tajam adalah keputusan teknis Bieber untuk memutar video dari YouTube dan melakukan sing-along atau bernyanyi mengikuti lagu latar tersebut.
Format ini dinilai sangat tidak layak untuk panggung sekelas Coachella.
Alih-alih menyuguhkan aransemen live yang matang dan imersif, Bieber justru terlihat seperti sedang melakukan sesi karaoke besar-besaran.
Meskipun penggunaan video tersebut dimaksudkan sebagai bagian dari narasi perjalanan kariernya, penonton merasa kehilangan esensi dari sebuah konser langsung.
Bagi banyak orang, membayar tiket mahal untuk melihat seorang megabintang sekadar bernyanyi di atas track rekaman tanpa konsep pertunjukan yang jelas adalah sebuah penurunan kualitas yang sulit diterima.
Kontributor : Safitri Yulikhah