Suara.com - Momen pernikahan Teuku Rassya dan Cleantha Islan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru diwarnai kabar tak sedap terkait kehadiran sang ibu, Tamara Bleszynski.
Ia diduga hadir hanya sebagai tamu undangan dalam hari sakral tersebut.
Sorotan publik semakin menguat setelah Tamara terlihat tidak mengenakan seragam khusus keluarga mempelai.
Di tengah berbagai asumsi yang berkembang, ibu sambung Rassya, Nourah Sheivirah, yang merupakan istri dari Teuku Rafli Pasya, justru memberikan pernyataan yang menenangkan.
Ia menegaskan bahwa pihak mempelai telah berusaha maksimal dalam menghargai semua orang tua.
![Nourah Sheivirah ungkap persiapan Rassya demi hormati orang tua di hari pernikahan [Instagram/nourahsheivirah]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkautamii/dsJ8q9uxU33MOYT44I8KEBWfsy9vHWHT.png)
“Alhamdulillah dari awal, semua sangat welcome, Rassya dan Antha sangat menjaga dan memastikan semua orang tua dihargai dan ditempatkan sebagaimana mestinya, baik di undangan maupun diseluruh rangkaian acara,” tulis Nurah melalui Storynya, Selasa, 14 April 2026.
Nourah juga mengungkap bahwa Rassya sudah mempersiapkan acara serinci mungkin dari awal hingga akhir.
“Bisa dilihat sejak acara lamaran berjalan baik sebagaimana mestinya kan? Begitulah sesungguhnya yang telah dipersiapkan disemua runutan acara dari awal sampai akhir” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sejak awal, seluruh rangkaian acara telah dirancang dengan penuh perhatian.
Tidak hanya sekadar seremoni, tetapi juga memperhatikan detail dalam memperlakukan orang tua.
Nourah juga memaparkan berbagai keperluan yang telah dipersiapkan secara matang oleh kedua mempelai.
“Baju, make up, posisi berdiri, pendampingan pengantin, pengadaan Personal Assistant untuk semua orang tua, penyampaian MC, dan lainnya orang tua, sampai last minute pun betul-betul berupaya dijaga dengan maksimal” bebernya.
![Nourah Sheivirah ungkap persiapan Rassya demi hormati orang tua di hari pernikahan [Instagram/nourahsheivirah/teukurassya]](https://media.arkadia.me/v2/articles/rizkautamii/FGDk8xUkq0s7MZPIzKgA9fEodQkWIPCP.png)
Meski demikian, ia juga menyadari bahwa setiap orang memiliki cara pandang masing-masing dalam menerima situasi.
Tidak semua hal bisa berjalan sesuai harapan semua pihak.
“Tapi pada akhirnya, tentu kembali kepada kita sendiri bagaimana menerima dan kesediaannya kan?” ungkapnya.
Ia pun mengakui bahwa kesempurnaan bukanlah sesuatu yang mudah dicapai dalam sebuah acara besar.
Namun, ia meyakini tidak ada niat buruk di balik kekurangan yang mungkin terjadi.
“Tentu, tidak ada yang sempurna, kekurangan disana sini pasti ada, tapi bila ada, insya Allah saya yakin tidak ada satupun kesengajaan dan niat tidak baik” lanjutnya.
Lebih lanjut, Nurah mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya terhadap usaha Rassya dan Cleantha.
Ia menilai keduanya telah berupaya memberikan yang terbaik, terutama dalam menghormati orang tua, terlebih sang ibu.
“Saya dan suami sangat bersyukur dan apresiasi Rassya dan Antha karena sudah selalu berusaha yang terbaik terutama dalam menghargai semua orang tuanya, karena mereka berdua sangat memahami pentingnya ridho orang tua, terlebih yang telah melahirkannya” terangnya.
Di akhir pernyataannya, Nurah menyampaikan doa tulus untuk kehidupan baru pasangan tersebut.
Ia berharap rumah tangga yang dibangun Rassya dan istrinya dapat berjalan penuh keberkahan.
Kontributor : Rizka Utami