- Video santri berjalan jongkok saat gurunya melintas di Pondok Pesantren Miftahul Huda 2, Ciamis, viral di media sosial.
- Tindakan tersebut memicu perdebatan warganet mengenai batas penghormatan adab kepada guru dan sikap yang dianggap berlebihan.
- Pihak Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait viralnya video tersebut.
Suara.com - Sebuah video yang menampilkan sejumlah santri berjalan jongkok saat gurunya melintas di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Huda 2, Bayasari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat viral di media sosial.
Unggahan tersebut memicu perdebatan sengit di kalangan warganet terkait batasan antara adab dan tindakan yang dianggap berlebihan.
Dalam rekaman video yang diambil sang guru yang kini viral, tampak para santri yang sedang melakukan kegiatan kebersihan lingkungan segera mengambil posisi jongkok ketika guru mereka berjalan melewatinya.
Sang guru yang lewat mengendarai buggy car sontak tersenyum bangga melihat puluhan santri seketika jongkok saat melihat dirinya.
Kejadian ini menuai beragam komentar. Sebagian warganet mengkritik praktik tersebut.
"Tunduklah hanya kepada ALLAH, bukan sesama manusia," komentar akun @ria***.
Kritik lain muncul dari pengguna media sosial yang mempertanyakan relevansi tindakan tersebut di masa kini.
"Jika ustaz/guru tidak pernah mengajari bahwa 'derajat manusia di mata Tuhan itu sama' atau tidak pernah menunjukkan sikap rendah hati (seperti melarang santri jongkok di waktu-waktu tertentu), maka dia memang sedang membangun sistem feodal kecil," tulis akun @ble***.
Di sisi lain, tidak sedikit yang menilai praktik ini sebagai bentuk penghormatan tradisional yang sudah mengakar lama di lingkungan pesantren sebagai bagian dari adab kepada guru.
Mereka menyayangkan tradisi yang harusnya hanya bertahan di dalam lingkungan pesantren, kini terekspos hingga viral di media sosial.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Pondok Pesantren Miftahul Huda 2 terkait viralnya video tersebut.