- Seorang siswi berusia 15 tahun di Kabupaten Langkat ditetapkan menjadi tersangka kasus pengeroyokan oleh pihak kepolisian setempat.
- Siswi tersebut mengaku membela ayahnya yang terlebih dahulu diserang oleh Indra Putra Bangun di rumah mereka.
- Ayah siswi kini ditahan di Rutan Tanjung Pura, sementara siswi tersebut menjalani masa penangguhan karena masih bersekolah.
Suara.com - Seorang siswi SMA berusia 15 tahun di Kabupaten Langkat resmi ditetapkan sebagai tersangka setelah terlibat dalam insiden yang disebut sebagai kasus pengeroyokan.
Kasus ini menjadi sorotan publik karena siswi tersebut mengaku hanya berusaha membantu sang ayah yang saat itu diduga menjadi korban kekerasan.
Melalui sebuah video yang beredar luas di media sosial, siswi tersebut menyampaikan pernyataan langsung kepada sejumlah pejabat tinggi negara.
Dengan suara bergetar, ia memperkenalkan dirinya sekaligus memohon perhatian atas kasus yang menimpanya.
"Perkenalkan saya umur 15 tahun. Di sini saya ingin menyampaikan kepada bapak presiden Prabowo, bapak Kapolda, bapak Kapolri, bapak Kemenkumham, bapak DPR RI komisi III," tuturnya dalam video tersebut.
Ia kemudian menjelaskan kronologi singkat dari kejadian yang membuat dirinya dan sang ayah harus berhadapan dengan hukum. Menurut pengakuannya, mereka justru merupakan pihak yang lebih dulu menjadi korban.
"Di sini saya ingin menyampaikan sebelumnya saya dan bapak saya dilaporkan di Polres Langkat, oleh laporan Indra Putra Bangun dengan tuduhan pengeroyokan. Di mana saya dan bapak saya yang sebelumnya korban kini jadi tersangka," sambungnya.
Lebih lanjut, siswi tersebut mengungkapkan bahwa insiden bermula saat seseorang bernama Indra mendatangi rumah mereka dan diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap ayahnya. Ia mengaku tidak tinggal diam ketika melihat sang ayah diperlakukan demikian.
"Di mana Indra memukul bapak saya dan mendatangi bapak saya ke rumah. Tapi di Polres laporannya, saya dan bapak saya mengeroyok dia," ujarnya.
Situasi semakin sulit bagi keluarga tersebut setelah ayahnya resmi ditahan oleh pihak berwajib. Sementara itu, dirinya tidak ikut ditahan karena masih berstatus pelajar dan mendapatkan penangguhan.
"Dan sekarang bapak saya sudah ditahan di Rutan Tanjung Pura dan saya dalam masa penangguhan karena dalam masa sekolah," ungkapnya.
Kasus ini pun langsung menjadi viral di berbagai platform media sosial setelah videonya dibagikan oleh salah satu akun Instagram, yaitu Instagram melalui akun @awreceh.id.
Dalam waktu singkat, video tersebut menuai ribuan komentar dari warganet yang memberikan beragam tanggapan.
Sebagian besar netizen menunjukkan simpati terhadap siswi tersebut dan mempertanyakan proses hukum yang terjadi. Banyak yang menilai tindakan sang anak sebagai bentuk naluri alami dalam melindungi orang tua.
"Padahal ayah bela anak dan anak bela ayah itu naluri ketika salah satu dilecehkan atau dianiaya," tulis salah satu netizen.