Andre merasa Boiyen diperlakukan dengan sangat tidak adil dan ditinggalkan begitu saja untuk menghadapi badai sendirian.
"Makanya ini saya dianggap apaan?" kata Boiyen menimpali Andre.
Kepedihan Boiyen semakin bertambah ketika melihat sang suami muncul di publik dan mengklaim bahwa hubungan rumah tangga mereka baik-baik saja.

Padahal kenyataannya, komunikasi di antara mereka sudah putus total.
"Tiba-tiba klarifikasi, bilang hubungannya baik-baik saja. Padahal saya anggak tahu dia di mana, kabar dia gimana, dia juga nggak tahu kabar aku gimana, terus muncul gitu aja" tambah Boiyen dengan nada kecewa.
Karena tidak adanya kejelasan dan merasa hanya dimanfaatkan untuk kepentingan sepihak, Boiyen akhirnya mengambil langkah tegas.
Andre Taulany pun menyimpulkan yang dibutuhkan Boiyen sebenarnya hanyalah komunikasi yang jujur.
"Jadi sebenarnya yang dimau Boiyen cuma kejelasan, tiba-tiba ditinggalin nggak dikasih kabar, nggak koordinasi, lu disuruh ngadepin sendirian gitu kan," ucap Andre.
Merasa sudah tidak ada lagi yang bisa dipertahankan setelah satu bulan lebih ditinggal tanpa kabar, Boiyen akhirnya mantap untuk mengajukan gugatan cerai secara diam-diam demi mengakhiri ketidakpastian hidupnya.
Gugatan cerai itu resmi masuk ke Pengadilan Agama pada 20 Januari 2026. Nasib rumah tangganya dipertaruhkan saat baru berusia dua bulan.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah