Suara.com - Komedian Boiyen kembali membahas persoalan rumah tangganya dengan Rully Anggi Akbar yang berujung perceraian. Kali ini, ia tampil dalam siniar bersama Andre Taulany dan Gading Marten.
Cerita Boiyen di obrolan tersebut diawali soal kasus penggelapan dan penipuan yang menjerat Rully. Saat itu Boiyen kaget dan tak tahu menahu mengenai urusan tersebut.
Kekecewaan Boiyen memuncak ketika sang suami justru pergi menghilang tanpa kabar di saat situasi sedang memanas.
"Udah pulang ke daerahnya dia, ke rumahnya, seminggu, komunikasi lima hari, terus dua harinya nggak komunikasi. Si tiba-tiba ada video itu muncul (klarifikasi)," kata Boiyen dalam obrolan tersebut, dikutip Kamis, 17 April 2026.
Boiyen merasa kaget karena video klarifikasi tersebut dibuat tanpa koordinasi dengannya, padahal namanya ikut dibawa-bawa dalam permasalahan Rully.
Di tengah kepanikannya sebagai seorang istri, Boiyen mencoba menghubungi Rully untuk meminta kejelasan.
Namun, balasan yang diterima justru membuatnya semakin merasa dipinggirkan.
Sang suami hanya membalas singkat. "Nggak usah itu ya (Ikut campur), enggak usah, udah ini urusannya biar dia beresin kan segala macam," kata Boiyen mengulang ucapan Rully.
Setelah pesan tersebut, Rully kembali menghilang hingga hampir dua bulan tanpa memberikan kepastian apapun.
Selama masa menghilang tersebut, Boiyen harus berjuang sendirian menghadapi tekanan publik.
"Aku di sini kan kerja, di rumah diuber media, kasih kabar dong ini gimana sudah sampai mana kasusnya," keluh Boiyen.
Dia merasa sedih karena sang suami sama sekali tidak menanyakan keadaannya maupun ibunya di rumah, padahal mereka sedang menjadi incaran media untuk memberikan klarifikasi.
Mendengar pengakuan tersebut, Andre Taulany tidak mampu menahan emosinya. Ia merasa perilaku Rully sangat tidak bertanggung jawab terhadap Boiyen sebagai istri.
"Padahal kamu istrinya lho," tegas Andre Taulany dengan nada bicara yang meninggi karena terbawa emosi.
Andre merasa Boiyen diperlakukan dengan sangat tidak adil dan ditinggalkan begitu saja untuk menghadapi badai sendirian.
"Makanya ini saya dianggap apaan?" kata Boiyen menimpali Andre.
Kepedihan Boiyen semakin bertambah ketika melihat sang suami muncul di publik dan mengklaim bahwa hubungan rumah tangga mereka baik-baik saja.

Padahal kenyataannya, komunikasi di antara mereka sudah putus total.
"Tiba-tiba klarifikasi, bilang hubungannya baik-baik saja. Padahal saya anggak tahu dia di mana, kabar dia gimana, dia juga nggak tahu kabar aku gimana, terus muncul gitu aja" tambah Boiyen dengan nada kecewa.
Karena tidak adanya kejelasan dan merasa hanya dimanfaatkan untuk kepentingan sepihak, Boiyen akhirnya mengambil langkah tegas.
Andre Taulany pun menyimpulkan yang dibutuhkan Boiyen sebenarnya hanyalah komunikasi yang jujur.
"Jadi sebenarnya yang dimau Boiyen cuma kejelasan, tiba-tiba ditinggalin nggak dikasih kabar, nggak koordinasi, lu disuruh ngadepin sendirian gitu kan," ucap Andre.
Merasa sudah tidak ada lagi yang bisa dipertahankan setelah satu bulan lebih ditinggal tanpa kabar, Boiyen akhirnya mantap untuk mengajukan gugatan cerai secara diam-diam demi mengakhiri ketidakpastian hidupnya.
Gugatan cerai itu resmi masuk ke Pengadilan Agama pada 20 Januari 2026. Nasib rumah tangganya dipertaruhkan saat baru berusia dua bulan.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah