- Penyanyi Bernadya melibatkan aktor Iqbaal Ramadhan sebagai model video musik untuk lagu terbarunya bertajuk Rabun Jauh.
- Video klip tersebut dijadwalkan tayang pada Jumat, 17 April 2026, untuk menjawab spekulasi hubungan asmara netizen.
- Lagu Rabun Jauh mengisahkan tentang kerinduan mendalam melalui aransemen musik balada minimalis serta intim bagi pendengarnya.
Suara.com - Setelah sempat bikin heboh, teka-teki sosok lelaki misterius di unggahan Instagram penyanyi Bernadya akhirnya terungkap.
Laki-laki yang hanya tampak dari belakang tersebut dipastikan adalah aktor Iqbaal Ramadhan.
Keduanya bukan sedang go public soal hubungan asmara, seperti yang ramai diperbincangkan, melainkan bekerja sama dalam video klip untuk lagu terbaru Bernadya bertajuk "Rabun Jauh".
Spekulasi kedekatan mereka bermula saat penyanyi 22 tahun tersebut mengunggah foto kebersamaannya dengan seorang pria pada awal April lalu.
Kemudian pada Rabu, 15 April 2026, Bernadya kembali mengunggah foto bersama lelaki yang sama.
Sehari berselang yakni Kamis, 16 April 2026, misteri tersebut terjawab tuntas lewat cuplikan video yang diunggah di media sosialnya.
Lelaki tersebut ternyata benar Iqbaal Ramadhan yang resmi didapuk sebagai model video musik "Rabun Jauh". Video klip baru akan tayang pada hari ini Jumat, 17 April 2026 pukul 15.00 WIB.
Lagu "Rabun Jauh" sendiri sebenarnya sudah dirilis lebih dulu pada Senin, 13 April 2026, sebagai single kedua menuju album kedua Bernadya.
Menggandeng Rendy Pandugo dan Kamga dalam penulisannya, lagu ini mengangkat tema sederhana namun menyakitkan tentang merindukan sosok yang tak pernah datang dan tak lagi dekat.
"Lagu ini juga penuh arti harapan, kadang kita sengaja 'tidak melihat' supaya semuanya terasa lebih ringan," kata Bernadya dalam keterangannya.

"Tapi di lagu 'Rabun Jauh', justru ada momen di mana kita memilih untuk melihat dengan jelas dan menerima kenyataannya, walaupun itu menyakitkan," ujarnya menyambung.
Menariknya, lagu ini ditulis dari sudut pandang yang tak biasa, dari kacamata seorang penyanyi di atas panggung yang bisa merasakan kehadiran seseorang di keramaian tanpa harus melihatnya secara jelas.
Ide ini diakui Rendy Pandugo sebagai perspektif yang jarang dia temui.
Untuk memperkuat emosi tersebut, aransemen lagu dibalut dengan nuansa balada yang sangat minimalis dan intim.
"Secara musikal, kami sengaja memilih pendekatan yang sederhana dan intim. Di tengah suasana panggung yang hingar-bingar, kami ingin menghadirkan rasa yang lebih sunyi dan persona," ucap Rendy.