Suara.com - Seorang warganet membagikan kisah pilunya yang hingga kini masih menyisakan luka mendalam dalam hubungannya dengan sang adik perempuan.
Ia mengaku sudah lebih dari tiga tahun tidak lagi menyapa maupun memaafkan adiknya karena rasa kecewa yang begitu besar.
“Saya udah tiga tahun lebih nggak mau bicara dan nggak sudi maafin adik perempuanku,” tulisnya dalam curhatan tersebut yang dibagikan akun @lambegosiip pada Selasa, 21 April 2026.
Keputusan itu diambil bukan tanpa alasan, melainkan karena pengorbanan besar yang ia rasa tak dihargai.
Ia menceritakan bagaimana dulu harus merantau dan menyisihkan sebagian gajinya setiap bulan demi membantu biaya kuliah sang adik.
“Dulu pas masih merantau, sebagian gajiku tiap bulan buat bantu adekku kuliah karena bapak kami udah meninggal,” ungkapnya.
Namun harapan yang ia gantungkan justru pupus di tengah jalan ketika adiknya hamil saat masih kuliah.
“Tapi pas semester empat adekku malah hamil sama pacarnya,” tulisnya kecewa.
Meski sang pacar disebut bertanggung jawab dan bersedia menikahi adiknya, hal itu tidak serta merta menghapus rasa sakit yang ia rasakan.
Ia mengaku sejak awal sudah mengingatkan agar adiknya tidak berpacaran sebelum lulus dan bekerja.
“Yang bikin saya kecewa sedari awal sudah saya bilang jangan pacaran sebelum lulus kuliah dan kerja,” lanjutnya.
Namun peringatan tersebut diabaikan hingga akhirnya kejadian yang tidak diharapkan pun terjadi.
Pengorbanannya selama ini terasa sia-sia, terlebih ia harus bekerja keras dalam kondisi yang tidak mudah.
“Sia-sia pengorbananku jauh merantau dan hidup seadanya diperantauan (dulu jadi sopir di perusahaan sawit sampit, kalimantan),” tulisnya.
Ia melakukan semua itu demi satu tujuan mulia, yakni agar adiknya bisa mengangkat derajat keluarga dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Namun kenyataan yang terjadi justru membuatnya terpuruk dan menyimpan luka hingga kini.
Meski sang adik sudah meminta maaf, ia mengaku masih belum bisa memaafkannya karena merasa sakit hati.
“Lebaran tahun ini dia mencoba minta maaf ke saya tapi saya tetap masih diam karena sakit hati yang saya pendam,” ujarnya.
Bagitupun sang ibu telah berulang kali menasihati agar memaafkan, namun ia mengaku belum mampu melakukannya karena masih teringat beratnya perjuangan di masa lalu.
“Karena orang lain tidak tahu bagaimana menderitanya saya dulu di tengah hutan Kalimantan demi kuliahkan adik saya, tapi dia malah hamil,” tutupnya.
Curhat tersebut lalu viral dan mendulang atensi netizen lainnya di kolom komentar.
“Nggak usah dimaafin, kalau dimaafin pasti minta duit lagi buat beli susu” tulis akun @fufufa***
“Daripada adikmu yang kuliah, mending kamu aja kak” kata akun @alfa***
“Ya wajar lah kecewa, digantiin gak tuh biaya kuliah” ujar akun @kpulu***
Kontributor : Rizka Utami