- Foto yang memperlihatkan balita tidur telanjang hanya dengan popok dan kaki diikat handuk di Daycare Little Aresha memicu kemarahan luas netizen.
- Pengasuh diduga sengaja mengikat anak agar tidak aktif bergerak dan membiarkan mereka tanpa baju demi mempermudah pekerjaan serta menghindari komplain orangtua.
- Puluhan orangtua korban telah melaporkan kasus ini ke Polresta Yogyakarta, yang kini tengah melakukan penyelidikan mendalam dan mengamankan lokasi kejadian.
Suara.com - Jagat media sosial dihebohkan dengan kabar memilukan dari tempat penitipan anak di Yogyakarta. Daycare bernama Little Aresha diduga melakukan kekerasan kepada para balita yang dititipkan di sana .
Berbagai foto bukti yang memperlihatkan kondisi anak-anak yang dititipkan di sana kini beredar luas di platform Instagram dan X.
Dalam foto yang tak bisa kami tampilkan di artikel ini karena alasan kemanusiaan, tampak beberapa balita tengah tidur tengkurap di atas matras warna-warni tanpa mengenakan baju.
Pemandangan paling menyayat hati memperlihatkan kaki seorang anak yang diikat kencang menggunakan kain berwarna krem serupa handuk.
![Sejumlah orang tua mendatangi daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026). [Putu Ayu Palupi/SuaraJogja]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/25/23728-daycare-little-aresha.jpg)
Beberapa anak lainnya juga terlihat hanya mengenakan popok tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka.
"Sick banget gilaaa!!" tulis akun @MsPiazon dalam unggahannya yang memicu amarah banyak orang di media sosial.
Akun tersebut juga mengungkap bahwa praktik keji itu diduga dilakukan dalam waktu yang cukup lama setiap harinya.
Ia merasa sangat terpukul melihat perlakuan oknum pengasuh kepada para balita tersebut.
"Baru terungkap daycare di Jogja ngiket anak yang dititipin sampe ortunya jemput," imbuhnya lagi dalam cuitan yang viral.
Oknum pengasuh disinyalir sengaja menggunakan kain lembut seperti handuk agar ikatan kencang tersebut tidak meninggalkan bekas luka lecet.
Hal ini diduga sebagai siasat licik agar para orangtua tidak menaruh curiga saat menjemput buah hati mereka di sore hari.
Selain diikat, anak-anak malang tersebut diduga sering dibiarkan tidur tanpa mengenakan pakaian sama sekali oleh pihak pengelola.
Mereka hanya dipakaikan popok dan dibedong paksa oleh oknum pengasuh yang bertugas menjaga di tempat tersebut.
Alasan di balik tindakan yang dianggap tidak waras ini diduga karena para pengasuh merasa malas mengurus anak yang aktif bergerak.

Mereka lebih memilih mengikat anak agar pekerjaan mereka menjadi lebih ringan dan praktis.