- Hera, seorang ART, melaporkan Erin Taulany ke Polres Metro Jakarta Selatan atas dugaan penganiayaan dan perampasan barang pribadi.
- Korban mengaku mengalami kekerasan fisik dan hinaan dari majikan akibat masalah sepele terkait kebersihan di rumah mewah tersebut.
- Pihak korban menempuh jalur hukum namun tetap membuka peluang damai jika terlapor bersedia mengakui kesalahan serta kekhilafannya.
Suara.com - Asisten rumah tangga (ART) Erin Taulany, Hera memberikan kesaksian soal perlakuan kasar yang diterima dari majikannya.
Masalahnya sepele, Hera disebut lupa menutup gorden kamar. Hal ini memicu kemarahan perempuan bernama lengkap Rien Wartia Trigina.
"Ya itu gara-gara gorden enggak dibuka, pintu kamar mandi enggak ditutup," kata Hera usai membuat laporan di Polres Metro Jakarta Selatan.
Erin Taulany bahkan tega melontarkan hinaan merendahkan kondisi ekonomi ART-nya.
"Kamu tahu enggak ini tuh rumah mewah bukan kayak rumah kamu gembel," ucap Hera menirukan ucapan Erin.
Tidak hanya dianiaya, barang-barang pribadi milik sang ART dikabarkan juga ikut dirampas secara sepihak.
"HP, baju saya masih di sana, sama KTP, gaji pun belum dikasih sampai sekarang," ujarnya.
Karena itu Hera menghubungi Nia, penyalur ART. Proses penjemputan pun cukup dramatis.
"Saya ingin menjemput pekerja saya lalu dia menyuruh saya untuk diusir," imbuh Nia.
Nia akhirnya terpaksa membawa polisi ke rumah mewah tersebut karena mendengar Hera berteriak ketakutan dari dalam.
"Dia di sana itu teriak-teriak minta tolong bahwa dia dicekik, dicakar," kata Nia.
![Erin Taulany melaporkan aku Threads yang mengungkap dirinya melakukan kekerasan terhadap seorang ART. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/30/14484-erin-taulany.jpg)
Erin Taulany telah membantah tudingan penganiayaan yang dialamatkan kepadanya.
"Terlapor boleh punya hak untuk kemudian membantah, nanti itulah penyidik kemudian membuktikannya," timpal pengacara Hera, Natalius Bangun.
Meski proses hukum sedang berjalan, pihak Hera masih berbaik hati membuka pintu damai bagi ibu tiga anak tersebut.
"Yang penting dia mengakui bahwa dia telah salah telah khilaf," tutur Natalius.