- Film The Command mengisahkan tragedi nyata tenggelamnya kapal selam nuklir K-141 Kursk milik Rusia pada tahun 2000.
- Sebanyak 23 awak kapal terjebak setelah ledakan internal saat latihan militer berlangsung di kawasan Laut Barents.
- Upaya penyelamatan terhambat birokrasi dan ego politik pemerintah Rusia meskipun bantuan internasional telah ditawarkan untuk menolong korban.
Suara.com - Thomas Vinterberg mencoba mengangkat sebuah cerita tragedi ke dalam film layar lebar berjudul The Command (secara internasional dikenal dengan judul Kursk).
The Command mengisahkan kembali tragedi nyata tenggelamnya kapal selam nuklir K-141 Kursk milik Angkatan Laut Rusia pada tahun 2000.
Namun, alih-alih hanya menjual ketegangan teknis, Vinterberg memilih fokus pada sisi kemanusiaan yang rapuh di tengah dinginnya birokrasi.
The Command akan tayang pada Rabu (6/5/2026) malam ini pukul 23.00 WIB di Trans TV. Berikut kami sajikan sinopsisnya.
Cerita dimulai dengan kehangatan persahabatan para awak kapal selam di darat, yang dipimpin oleh perwira Mikhail Kalekov (Matthias Schoenaerts).
![The Command yang dibintangi Colin Firth dan Matthias Schoenaerts akan tayang pada Rabu (6/5/2026) pukul 23.00 WIB di Trans TV. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/06/90301-the-command-kursk.jpg)
Penonton diajak masuk ke dalam dinamika persaudaraan mereka sebelum akhirnya mereka berangkat menjalankan latihan militer besar di Laut Barents.
Bencana datang tanpa permisi. Sebuah ledakan internal hebat menghancurkan sebagian besar kapal dan menewaskan mayoritas kru seketika.
Namun, 23 pelaut berhasil selamat dan mengurung diri di kompartemen belakang yang sempit, gelap, dan perlahan kehabisan oksigen.
Di atas permukaan, perjuangan tak kalah sengit terjadi. Istri Mikhail, Tanya (Léa Seydoux), memimpin para keluarga prajurit menuntut transparansi dari pemerintah Rusia yang tampak menutup-nutupi skala bencana tersebut.
Di sisi lain, komodur Angkatan Laut Inggris, David Russell (Colin Firth), menawarkan bantuan teknologi canggih untuk menyelamatkan para penyintas, namun terbentur oleh tembok tebal kebanggaan militer dan politik Perang Dingin yang kolot.
Matthias Schoenaerts memberikan performa yang luar biasa sebagai "jangkar" emosional film ini.
![The Command yang dibintangi Colin Firth dan Matthias Schoenaerts akan tayang pada Rabu (6/5/2026) pukul 23.00 WIB di Trans TV. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/06/97002-the-command-kursk.jpg)
Ketegarannya di bawah tekanan air ribuan kaki di bawah laut membuat penonton ikut menahan napas.
Sementara itu, Léa Seydoux tampil memukau sebagai representasi kemarahan dan keputusasaan warga sipil yang dikhianati oleh sistem.
Kehadiran Colin Firth sebagai David Russell memberikan perspektif luar yang krusial.
Firth berhasil membawakan karakter yang penuh empati namun frustrasi karena harus menyaksikan nyawa manusia melayang hanya karena ego birokrasi.
The Command bukan sekadar film tentang kapal selam yang rusak. Thomas Vinterberg berhasil menciptakan atmosfer yang sangat klaustrofobik.
Penggunaan rasio aspek layar yang berubah-ubah, menyempit saat berada di dalam kapal selam, memberikan efek psikologis yang nyata bagi penonton; kita seolah ikut terjepit di ruang gelap yang pengap.
Poin paling kuat dari film ini adalah kritiknya terhadap birokrasi.
The Command adalah sebuah elegi bagi para pelaut yang dikorbankan oleh ketidakmampuan pemimpin mereka untuk menerima bantuan demi menjaga "rahasia negara".
Meski kita mungkin sudah tahu bagaimana akhir dari tragedi Kursk di dunia nyata, film ini tetap berhasil menjaga ketegangan hingga menit terakhir.
Film ini adalah penghormatan yang layak bagi 118 awak kapal yang gugur, dan sebuah teguran bagi dunia bahwa nyawa manusia seharusnya selalu berada di atas kepentingan politik.