- Hanny Kristianto mencabut sertifikat mualaf milik Dokter Richard Lee di Jakarta Selatan pada 7 Mei 2026 lalu.
- Ketua Umum MCI menyatakan pencabutan sertifikat tersebut tidak membatalkan status keislaman Richard Lee secara spiritual dan pribadi.
- Pencabutan dokumen ini berdampak pada terhambatnya proses perubahan status agama pada administrasi kependudukan di instansi pemerintah.
Suara.com - Sertifikat mualaf Dokter Richard Lee dicabut Hanny Kristianto. Meski begitu, statusnya sebagai mualaf, tidak ikut gugur.
Mualaf Center Indonesia (MCI) memberikan edukasi terkait masalah yang menjadi sorotan segelintir orang.
Di mana ada yang berpendapat kalau sertifikat mualaf seseorang dicabut, maka statusnya sebagai mualaf juga ikut berakhir.
"Perlu digarisbawahi, pencabutan ini bukan artinya itu mualafnya jadi batal, bukan," kata Ketua Umum Mualaf Center Indonesia, Fandy W. gunawan ditemui di kantornya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Kamis, 7 Mei 2026.
Secara spiritual, status mualaf seseorang tidak akan gugur hanya karena selembar kertas yang ditarik kembali. Richard Lee tetap dianggap sudah memeluk agama Islam secara personal.

"Masuk Islamnya itu tetap. Dari dr. Richard Leenya secara pribadinya masih, ya kan," lanjutnya menjelaskan kondisi tersebut.
Namun, Fandy tidak menampik ada kendala yang akan dihadapi Richard Lee di masa depan.
Persoalan utama yang muncul berkaitan erat dengan urusan birokrasi dan pencatatan sipil resmi di pemerintahan.
Dokumen tersebut merupakan syarat mutlak bagi setiap mualaf yang ingin mengubah identitas agamanya di dokumen kenegaraan.
Tanpa adanya sertifikat yang sah, proses perubahan status di KTP akan mengalami hambatan.
"Pencabutan sertifikat ini akan sedikit memberi dampak ketika dia mau mengubah status administratifnya. Jadi, dia harus membuat ulang sertifikat, surat pernyataan masuk Islam," jelas Fandy.
Proses pembuatan ulang ini tentu memakan waktu dan tenaga karena adanya jeda waktu administratif. Hal ini dipastikan akan membuat pengurusan dokumen-dokumen kenegaraan sang dokter menjadi sedikit terhambat.