Skandal Pencabulan di Ponpes Pati: Ashari Disebut Sakti, Warga Takut Bantu, Ayah Korban Diintimidasi

Sumarni

Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:43 WIB
Skandal Pencabulan di Ponpes Pati: Ashari Disebut Sakti, Warga Takut Bantu, Ayah Korban Diintimidasi
Kiai Ashari dari pondok pesantren di Pati ditangkap karena kasus pencabulan terhadap puluhan santri [Hasil generate chatGPT dari bidik layar asli]
baca 10 detik
  • Pak Di melaporkan Kiai Ashari atas dugaan pencabulan terhadap santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati sejak 2024.
  • Korban dan pelapor mengalami intimidasi, ancaman, serta tekanan psikologis agar mencabut laporan kasus tersebut kepada pihak berwajib.
  • Kasus ini melibatkan sekitar 50 korban santriwati dan kini Kiai Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

Suara.com - Ayah Tari (nama samaran), yang dikenal sebagai Pak Di, akhirnya angkat bicara terkait kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Pati.

Ia menyampaikan kesaksiannya mengenai awal mula dirinya mengetahui anaknya menjadi salah satu korban dalam kasus tersebut.

Menurut Pak Di, setelah mengetahui peristiwa yang menimpa anaknya, ia langsung berupaya mengumpulkan tokoh masyarakat dan warga sekitar untuk menyampaikan informasi yang ia ketahui.

“Saat sudah ada kejadian ini saya di lingkungan situ, tokoh-tokoh warga situ dikumpulkan, saya memberi keterangan oknum ini ada yang tidak beres kelakuannya,” kata Pak Di dalam tayangan YouTube milik Denny Sumargo.

Namun, respons dari sebagian warga saat itu tidak sepenuhnya mendukung langkahnya. Ia menyebut adanya rasa takut di lingkungan sekitar karena pelaku dianggap memiliki pengaruh tertentu.

“Di situ warga dan tokoh-tokoh takut, katanya sakti,” sambungnya.

Sementara itu, pengacara korban, Ali Yusron, turut menjelaskan adanya dugaan intimidasi yang dialami para korban maupun pihak yang mencoba melapor. Menurutnya, tekanan psikologis menjadi salah satu faktor yang membuat korban sulit bersuara sejak awal.

“Yang paling krusial kan begini, seorang mau berontak mau lapor diintimidasi, kalau kamu lapor saya ungkap semua aibnya. Takut dong diancam, akhirnya dipekerjakan,” ujar Ali Yusron.

Ia juga menyebut bahwa terdapat beberapa korban lain yang sempat berusaha melapor, namun mengalami tekanan serupa.

baca juga

“Waktu itu ada yang lapor 8, yang 7 dipekerjakan di ponpes, yang satu ini bisa lapor, mudah-mudahan psikis bisa kembali,” imbuhnya.

Kia Ashari akhirnya ditangkap setelah sempat melarikan diri. Ashari menjadi tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap lebih dari 50 orang santriwati. [Instagram]
Kia Ashari akhirnya ditangkap setelah sempat melarikan diri. Ashari menjadi tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap lebih dari 50 orang santriwati. [Instagram]

Pak Di mengaku sudah berupaya melaporkan kasus ini sejak tahun 2024. Namun karena merasa tidak mendapat respons yang memadai dari lembaga bantuan hukum, ia kemudian mencari dukungan dari organisasi masyarakat untuk memperjuangkan kasus tersebut.

“Sejalan waktu itu berhenti. Terus saya cari-cari bantuan, wong saya orang nggak punya uang. Siapapun yang bisa bantu untuk mendapatkan keadilan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa sejak awal tujuannya melapor bukan hanya untuk anaknya, tetapi juga untuk mencegah jatuhnya korban lain di lingkungan pesantren tersebut.

“Dari awal tujuan saya laporan, karena saya tahu sendiri lingkup pondok situ banyak korban, kalau didiamkan akan banyak wanita-wanita jadi korban,” tambahnya.

Pak Di juga mengungkap adanya dugaan intimidasi langsung terhadap dirinya setelah laporan dibuat. Ia menyebut ada pihak yang datang untuk memintanya mencabut laporan tersebut.

“Tahun 2024 saya laporan, dari pihak kiai ada yang mendatangi saya, suruh berhenti, suruh cabut laporan,” tuturnya.

Namun ia menegaskan tidak akan mundur dari proses hukum yang sedang berjalan.

“Saya bilang, sampai kapan pun, apa yang terjadi, saya tidak cabut laporan,” lanjutnya.

Sementara itu, Ali Yusron mengapresiasi langkah kepolisian yang telah menetapkan Ashari sebagai tersangka. Ia menyebut jumlah korban diduga cukup banyak.

“Saya nangis sebenarnya. Berapa korban ini, kurang lebih 50, digilir lho,” ujarnya.

Ia juga mengaku pernah mendapat tawaran uang untuk menghentikan kasus tersebut.

“Pertama kali saya mau dikasih Rp300 juta, saya tolak. Kedua Rp400 juta saya tolak, dan saya diancam,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng

Alibi Ashari Cabuli Santriwati: Sebut Korban Penuh Dengki dan Harus Diobati dengan Tidur Bareng

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:19 WIB

Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati

Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:03 WIB

Melanie Subono Geram Ashari Ngaku Khilaf Cabuli Puluhan Santriwati: Itu Namanya Niat!

Melanie Subono Geram Ashari Ngaku Khilaf Cabuli Puluhan Santriwati: Itu Namanya Niat!

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:12 WIB

Ashari Kiai Cabul Pati Sogok Korban Agar Cabut Laporan, Ditolak sampai Berujung Ancaman

Ashari Kiai Cabul Pati Sogok Korban Agar Cabut Laporan, Ditolak sampai Berujung Ancaman

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 12:05 WIB

Hotman Paris Turun Tangan, Bongkar Taktik Kiai Cabul Ashari Manipulasi Puluhan Santriwati

Hotman Paris Turun Tangan, Bongkar Taktik Kiai Cabul Ashari Manipulasi Puluhan Santriwati

Entertainment | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:35 WIB

Rincian Anggaran Pemkot Banjarmasin Viral, Belanja Susu dan Buah Wakil Wali Kota Tembus Rp228 juta

Rincian Anggaran Pemkot Banjarmasin Viral, Belanja Susu dan Buah Wakil Wali Kota Tembus Rp228 juta

Entertainment | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:20 WIB

Terkini

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Program 1 Polis 1 Mangrove Generali Tembus 20.000 Pohon

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 05:00 WIB

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

×