- Sarwendah dituduh melakukan praktik pesugihan di Gunung Kawi yang dikaitkan dengan penurunan kesehatan suaminya, Ruben Onsu.
- Pengacara menyatakan kunjungan Sarwendah ke Gunung Kawi pada tahun 2021 merupakan kegiatan syuting konten horor profesional.
- Sarwendah melalui kuasa hukumnya akan menempuh jalur hukum terhadap oknum penyebar fitnah yang merusak nama baiknya.
Suara.com - Sarwendah kembali menjadi sasaran fitnah keji di media sosial. Mantan personel Cherrybelle ini dituding melakukan praktik pesugihan di Gunung Kawi, Jawa Timur.
Mirisnya, isu liar tersebut mengaitkan motif pesugihan dengan kondisi kesehatan sang suami, Ruben Onsu, yang belakangan ini memang sempat menurun.
Awalnya, Sarwendah memilih untuk tutup telinga dan menganggap tuduhan tersebut hanyalah ulah iseng netizen.
Namun, karena narasi negatif semakin liar dan mulai menggiring opini publik yang buruk terhadap dirinya, Sarwendah akhirnya kehilangan kesabaran.
Resah, Sarwendah pun akhirnya menggelar konferensi pers di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Senin (18/5/2026) dengan mengutus dua orang pengacaranya; Chris Sam Siwu dan Simon Abraham.
Fakta di Balik Video yang Beredar
Simon Abraham menjelaskan bahwa video yang dijadikan dasar tudingan pesugihan tersebut adalah potongan lama dari tahun 2021-2022.
Saat itu, Sarwendah memang berkunjung ke Gunung Kawi, namun tujuannya murni untuk urusan profesional.
"Klien kami bersama timnya ke sana untuk aktivitas syuting. Itu adalah konten untuk Podcast Kakak Beradik yang bertema horor. Memang ada pengambilan gambar dan video di lokasi tersebut," ucap Simon di hadapan awak media.
Senada dengan Simon, Chris Sam Siwu menekankan bahwa kehadiran Sarwendah di lokasi tersebut tidak sendirian. Ia didampingi oleh adik iparnya, Jordi Onsu, beserta seluruh kru produksi.
"Klien kami menolak tegas framing pesugihan ini. Keberadaan beliau di sana murni untuk syuting program horor. Sekali lagi kami tegaskan, itu hanya framing jahat yang tidak berdasar," ujar Chris.

Siap Tempuh Jalur Hukum
Pihak Sarwendah mengaku sangat dirugikan dengan adanya hoaks ini. Meski belum mengetahui secara pasti siapa dalang di balik penyebaran isu tersebut, tim pengacara kini tengah mengumpulkan bukti-bukti digital.
Chris memperingatkan pihak-pihak yang sengaja menyebarkan fitnah ini untuk berhati-hati. Pihaknya tidak akan segan-segan menyeret oknum penyebar hoaks ke meja hijau jika ditemukan unsur pidana.
"Kami sedang mempelajari video-video yang beredar. Jika tujuannya memang untuk menjatuhkan nama baik klien kami dengan fitnah yang tidak benar, kami akan melakukan upaya hukum tegas seperti yang sudah-sudah," tutur Chris.