- Diadaptasi dari novela Denis Johnson, film Train Dreams meraih empat nominasi Oscar (termasuk Best Picture) dan masuk jajaran 10 film terbaik 2025.
- Sinopsis berfokus pada perjalanan hidup Robert Grainier (Joel Edgerton), seorang penebang kayu dan pekerja rel kereta di Idaho yang harus sering meninggalkan keluarganya.
- Kehidupan sederhana Grainier bersama istri dan putrinya seketika berubah drastis setelah tragedi kebakaran hebat melanda kawasan tempat tinggal mereka.
Suara.com - Kalau kamu suka film dengan sinematografi yang keren alias memanjakan mata, buka Netflix dan cari film berjudul Train Dreams.
Film yang diadaptasi dari novela populer karya Denis Johnson ini bukan sekadar drama biasa. Train Dreams merupakan surat cinta untuk ketangguhan manusia di tengah kesendirian dan perubahan dunia yang amat cepat.
Sejak debutnya di Sundance Film Festival 2025, Train Dreams langsung mencuri perhatian kritikus film dunia.
Tak tanggung-tanggung, film garapan sutradara Clint Bentley ini berhasil meraih empat nominasi di ajang bergengsi 98th Academy Awards, termasuk untuk kategori bergengsi Best Picture dan Best Adapted Screenplay. Hanya saja, film ini pulang dengan tangan kosong dari panggung Oscar.
Penampilan sang aktor utama, Joel Edgerton, pun diganjar nominasi Golden Globe, menjadikannya salah satu film paling prestisius yang mendarat di platform streaming tahun ini.
Film Train Dreams merupakan hasil kolaborasi apik antara sutradara Clint Bentley dan penulis naskah Greg Kwedar.
Dibintangi oleh jajaran aktor kelas A seperti Joel Edgerton, Felicity Jones, William H. Macy, dan Kerry Condon, film ini berhasil mendapatkan predikat sebagai salah satu dari sepuluh film terbaik tahun 2025 oleh National Board of Review dan American Film Institute (AFI).
Film ini merangkum perjalanan hidup selama delapan dekade dari seorang pria bernama Robert Grainier (diperankan dengan sangat brilian oleh Joel Edgerton).
Penonton akan diajak menyelami kehidupan Grainier sejak ia tiba di Bonners Ferry, Idaho, sebagai anak yatim piatu yang tak memiliki arah, hingga ia menemukan cinta sejatinya.
Kehidupan Grainier awalnya tampak sederhana namun bahagia setelah ia menikahi Gladys Olding (Felicity Jones).
Mereka membangun sebuah kabin kayu di pinggir Sungai Moyie dan dikaruniai seorang putri bernama Kate.

Sebagai tulang punggung keluarga, Grainier bekerja keras di konstruksi rel kereta api dan menjadi penebang kayu musiman.
Namun, pekerjaan ini memaksa Grainier untuk sering meninggalkan istri dan anaknya dalam waktu yang sangat lama.
Tragedi besar menghantam saat ia sedang bekerja jauh di dalam hutan. Sebuah kebakaran hebat melanda kawasan tempat tinggalnya.