- Tessa Kaunang melayangkan somasi kepada Sandy Tumiwa karena mengunggah fotonya hasil rekayasa memakai hijab.
- Tessa merasa dirugikan dan menganggap tindakan mantan suaminya itu hanya panjat sosial, karena telah memicu spekulasi liar terkait keyakinannya.
- Tim kuasa hukum memberikan tenggat waktu 3x24 jam kepada Sandy untuk menghapus konten tersebut atau akan berlanjut ke jalur hukum.
Suara.com - Aktris sekaligus presenter Tessa Kaunang melayangkan somasi terbuka kepada mantan suaminya, Sandy Tumiwa.
Langkah hukum ini diambil setelah Sandy mengunggah foto hasil rekayasa atau editan yang perlihatkan Tessa memakai hijab.
Menurut Tessa, Sandy tiba-tiba saja mengirim tautan unggahan foto tersebut kepadanya.
"Dia (Sandy Tumiwa) cuma pas sudah posting, dia kirim postingannya itu ke saya, bilang, 'Kamu cantik kok begini'," kata Tessa saat menggelar konferensi pers didampingi tim kuasa hukumnya di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa, 9 Juni 2026.
Ibu dua anak tersebut mengaku terkejut sekaligus geram atas tindakan sepihak mantan suaminya. Bagi Tessa, manipulasi foto tersebut telah melanggar privasi dan menyentuh ranah yang sangat sensitif bagi pribadinya.
"Nggak ada izin. (Sandy) nggak pernah minta izin. Saya nggak sukanya karena kok dia main ambil muka saya dengan diedit seperti itu," tegas Tessa.
"Mendoakan sih mendoakan, tapi kan akhirnya banyak menggiring opini publik untuk menjadi salah, dikira saya jadi mualaf. Nah, ini masalah keyakinan, jadi sangat sensitif," ujarnya lagi.
Tessa meyakini aksi yang dilakukan mantan suaminya sebagai upaya panjat sosial alias pansos. Dia merasa heran mengapa wajahnya yang harus dicatut dan dimanipulasi secara digital.
"Ini kalau menurut saya, ujung-ujungnya dia pansos. Kenapa muka saya yang dipasang? Kenapa nggak muka mantan-mantannya yang lain?," katanya.
Dia menambahkan bahwa keputusan untuk membatasi komunikasi dengan sang mantan selama ini diambil demi kebaikan bersama.
Tessa menilai karakter sang mantan suami cenderung melunjak jika diberi kelonggaran.
"Saya memang sangat membatasi komunikasi sama dia, karena saya tahu sifat aslinya dia. Dia kalau dikasih hati minta jantung. Jadi agak susah buat saya," tambahnya.
Kuasa hukum Tessa, Sunan Kalijaga, menjelaskan bahwa foto asli yang digunakan oleh Sandy merupakan foto bersama yang kemudian dimanipulasi secara digital.
Pihaknya menyayangkan tindakan tersebut karena langsung memicu spekulasi liar di tengah masyarakat.
"Foto tersebut diedit dengan menggunakan hijab, yang di mana foto aslinya tidak seperti itu. Ini membuat gaduh, membuat ramai, dan memunculkan banyak pertanyaan," jelas Sunan Kalijaga.