- Band KW memanfaatkan topeng Angine de Poitrine untuk menggelar konser palsu di Rusia tanpa disadari oleh para penonton.
- Band asli menggunakan gitar double-neck (dua leher), sedangkan band palsu di Moskow ketahuan karena hanya menggunakan gitar single-neck.
- Selain konser palsu, nama besar band tersebut juga dimanfaatkan pihak lain untuk menjual ribuan desain kaos bajakan di platform daring.
Suara.com - Identitas Angine de Poitrine, duo eksperimental asal Kanada, yang tersembunyi di balik topeng malah jadi celah orang tak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan.
Melansir laman Exclaim!, Kamis, 11 Juni 2026, di Moskow, ada Angine de Poitrine palsu atau KW menggelar pertunjukan. Mengejutkannya lagi, tak ada satu pun penonton yang sadar kalau mereka bukan Angine de Poitrine sungguhan.
Kabar keberadaan band palsu ini pertama kali diungkap oleh tim Angine de Poitrine. Sam Murdock selaku direktur seni dan desainer tata letak yang bekerja di balik layar duo tersebut, meluapkan kekesalannya dalam sebuah wawancara eksklusif.
Murdock terang-terangan menyebut bahwa ada band palsu yang secara terang-terangan melakukan tur di Rusia.
Mereka memakai kostum yang sangat mirip, topeng yang identik, dan bahkan berani menandai akun media sosial resmi Angine de Poitrine tanpa memberikan klarifikasi bahwa mereka hanyalah band tribut atau peniru.
Laporan dari seorang informan bernama Vladislav Panferov juga memperkuat hal ini.
Sebuah unggahan Instagram dari akun @mediaslava (Vyacheslav Zakharov) pada pertengahan Mei lalu menunjukkan penampilan Angine de Poitrine palsu ini secara live di Escapist, sebuah bar populer di Moskow.
Pertunjukan tersebut kabarnya merupakan perayaan ulang tahun ketiga bar tersebut.
Kalau Jeli, Pastikan Bisa Bedakan
Bagi mata orang awam, kostum yang digunakan oleh band palsu di Rusia ini mungkin terlihat sangat meyakinkan.
Bahkan latar panggung dengan pola polkadot yang mereka gunakan dibuat sedemikian rupa agar mirip dengan estetika asli band.
Namun, Murdock memberikan satu detail krusial yang menjadi pembeda utama antara yang asli dan yang KW.
Personel asli, Khn de Poitrine, dikenal dengan instrumen ikoniknya, yaitu sebuah gitar double-neck atau dua leher yang menggabungkan fungsi gitar dan bass dalam satu badan.
Sementara itu, dalam video penampilan di Moskow, sang pemain gitar palsu tersebut hanya menggunakan gitar dengan single-neck.
"Mereka menggunakan kostum dan semuanya, tapi mereka hanya memakai gitar satu leher," ujar Murdock.
Detail visual seperti motif polkadot pada set panggung di Moskow juga terlihat seperti hasil lukisan tangan yang kurang rapi jika dibandingkan dengan produksi asli tim Angine de Poitrine.
Masalah Angine de Poitrine tak berhenti di panggung konser saja. Kepopuleran visual mereka yang estetik dan misterius memicu gelombang merchandise ilegal di berbagai platform e-commerce.
Murdock mengungkapkan bahwa saat ini ada sekitar 1.500 desain kaos palsu yang beredar secara daring.
Meskipun ia telah berhasil menghapus sekitar 700 desain dari situs-situs seperti Tee Republic dan Red Bubble, produk-produk baru terus bermunculan seperti jamur di musim hujan.
"Kita hidup di masa yang aneh di mana semua orang mencoba mencari uang dari nama band ini," kata Murdock.
Hal ini jelas saja merugikan musisi asli yang menggantungkan pendapatan mereka dari penjualan merchandise resmi, terutama di tengah industri musik yang royalti digitalnya semakin kompetitif.