- Amanda Manopo membela Lina Mukherjee yang mengalami perundungan fisik terkait bekas luka operasi caesar di media sosial.
- Amanda menegaskan bekas luka pascapersalinan adalah simbol perjuangan seorang ibu yang seharusnya tidak menjadi bahan ejekan.
- Aktris tersebut mengajak masyarakat berhenti memberikan komentar negatif agar para ibu tidak merasa rendah diri atas tubuhnya.
Suara.com - Amanda Manopo menyuarakan dukungannya kepada Lina Mukherjee yang belakangan menjadi sasaran body shaming di media sosial.
Lina menuai komentar negatif usai memperlihatkan bekas luka operasi caesar setelah melahirkan.
Melalui unggahan di akun Instagram-nya, Amanda Manopo mengaku prihatin melihat masih banyak orang yang melontarkan komentar yang dapat melukai perasaan perempuan, terutama ibu yang baru menjalani proses persalinan.
Bintang sinetron Ikatan Cinta itu pun mengajak masyarakat untuk menormalisasi bekas luka pascapersalinan, khususnya bekas operasi caesar atau C-section.
"Please, normalize postpartum scars, especially buat bekas C-section. Mau lo punya duit atau enggak, operasi itu tetep namanya operasi. Perut itu dibelah, dijahit, dan dia ninggalin luka dan itu normal," kata Amanda.
Menurut Amanda, bekas luka operasi bukan sesuatu yang perlu ditutupi atau dijadikan bahan ejekan. Sebaliknya, luka tersebut merupakan simbol perjuangan seorang ibu saat melahirkan.
"Menurut gue, bekas luka itu bukan sesuatu yang harus ditutupi atau dibikin malu. Justru itu adalah bukti perjuangan seorang ibu," katanya.
Di akhir videonya, istri Kenny Autini ini juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memberikan komentar di media sosial.
Ia menilai ucapan yang merendahkan kondisi fisik perempuan setelah melahirkan dapat memicu rasa tidak percaya diri.
"Jadi setop komentar yang bikin perempuan insecure sama tubuh sendiri setelah kelahiran," tuturnya.
Unggahan Amanda Manopo tersebut mendapat respons positif dari warganet.
Banyak yang mengaku sepakat dengan pesannya dan menilai pernyataan sang aktris menjadi pengingat untuk lebih menghargai perjuangan para ibu serta menghentikan praktik body shaming.