- Prambanan Jazz 2026 akan diselenggarakan pada 3-5 Juni 2026 dengan menampilkan musisi lintas genre dari dalam maupun luar negeri.
- Penyelenggara menerapkan konsep Playing Jazz untuk mengajak para penampil mengeksplorasi karya musik mereka dengan sentuhan aransemen jazz.
- Festival bertujuan mengubah perspektif penonton agar lebih tertarik mendengarkan karya musik jazz Indonesia setelah menyaksikan penampilan musisi favorit mereka.
Suara.com - Memasuki penyelenggaraan tahun ke-12, Prambanan Jazz Festival 2026 akan kembali berlangsung pada 3, 4, dan 5 Juli 2026 di Pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta. Mengangkat tema besar “Celebrate The Joy”, festival ini kembali menegaskan perannya sebagai ruang pertemuan musik, seni, budaya, serta lintas generasi untuk saling bertemu dan merayakan kebahagiaan bersama.
Dengan latar megah Candi Prambanan, Prambanan Jazz tahun ini menghadirkan berbagai musisi nasional maupun internasional. Sejumlah nama yang akan tampil antara lain NIKI, Henry Moodie, Michael Learns To Rock, Xdinary Heroes, The Rose, dan Joey Alexander, bersama sejumlah penampil lain yang akan memeriahkan festival selama tiga hari.
Prambanan Jazz Festival 2026 juga melibatkan seniman Indonesia, Eko Nugroho, sebagai Commissioned Artist. Eko menyampaikan bahwa Prambanan Jazz Festival merupakan ruang untuk "pulang". Ia menerjemahkan tema Celebrate The Joy melalui identitas visual yang akan menyambut pengunjung sejak memasuki area festival. Visual tersebut merepresentasikan kebahagiaan, keberagaman, dan pertemuan berbagai budaya yang menjadi semangat festival tahun ini.
"Prambanan Jazz Festival kami tempatkan ibarat sebagai rumah untuk pulang. Karena itulah, mari kita rayakan kepulangan ini dengan sebesar-besarnya. Prambanan Jazz Festival juga bukan hanya sebuah festival musik, tetapi sebuah festival yang dapat dinikmati oleh semuanya. Itulah semangat yang kami usung melalui tema Celebrate The Joy," ujar Anas Syahrul Alimi, CEO Prambanan Jazz Festival.
Kurator Festival Prambanan Jazz Festival 2026, Shadu Rasjidi, menjelaskan bahwa proses kurasi tidak semata-mata berfokus pada pemilihan penampil, tetapi juga pada upaya menjaga perkembangan festival tanpa menghilangkan identitasnya sebagai festival jazz.
Menurutnya, festival perlu memiliki karakter yang kuat sekaligus terus berkembang agar dapat bertahan. Karena itu, Prambanan Jazz Festival terus berusaha menjaga keseimbangan antara kualitas musikal dan penguatan unsur jazz secara bertahap di setiap penyelenggaraannya.
Perwakilan BRI menyebut dukungan terhadap Prambanan Jazz Festival 2026 sebagai bagian dari komitmen dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. Sebagai salah satu festival musik dan budaya terbesar di Indonesia, Prambanan Jazz dinilai sejalan dengan tujuan tersebut. BRI disebut tidak hanya terlibat sebagai sponsor, tetapi juga membangun hubungan yang bermakna dengan masyarakat serta nasabah melalui platform yang positif, kreatif, dan memberikan dampak.
Sementara itu, mitra penjualan tiket festival, TipTip, menyampaikan telah berupaya menjawab kebutuhan pengunjung melalui sistem pembelian tiket yang lancar di tengah audiens yang semakin beragam. Untuk mengakomodasi tingginya antusiasme, TipTip juga telah menyiapkan infrastruktur agar proses pembelian tiket dapat berlangsung nyaman, tertata, dan aman.
Prambanan Jazz Festival juga terus memperkuat kerja sama dengan PT Taman Wisata Candi agar pelaksanaan acara dapat berlangsung aman dan nyaman, sekaligus menjaga keseimbangan antara nilai konservasi, nilai budaya, serta pengalaman pengunjung. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadikan kawasan Candi Prambanan sebagai Home of Joy sekaligus rumah bagi perkembangan Prambanan Jazz Festival.
Tahun ini, Prambanan Jazz Festival kembali menghadirkan berbagai program, salah satunya Playing Jazz. Program ini mempertemukan musisi dari berbagai genre untuk mengeksplorasi jazz melalui karakter musik masing-masing. Perunggu, The Panturas, Rio Febrian, Salma Salsabil, White Chorus, serta Jogja Hip Hop Foundation menjadi beberapa nama yang akan mengadopsi jazz sesuai karakter musik mereka.
Pengembangan jazz juga diwujudkan melalui program I'm Jazz a Kids yang menjadi wadah regenerasi musisi jazz muda Indonesia. Para pemenang program pada tahun sebelumnya akan tampil bersama musisi yang telah berkontribusi dalam perjalanan jazz di Indonesia. Program ini dibagi dalam tiga kategori band, yakni Senandung untuk usia 7–9 tahun, Irama untuk usia 10–12 tahun, dan Harmoni untuk usia 13–15 tahun.
Untuk melengkapi rangkaian acara, Eko Nugroho akan menghadirkan Wayang Bocor melalui pertunjukan kolaboratif bersama Ki Catur Kuncoro, Ari Wulu, Eko Supriyanto, dan Didik Nini Thowok. Pertunjukan tersebut menggabungkan unsur wayang, seni rupa, musik, dan tari kontemporer dalam satu panggung selama tiga hari festival.
Prambanan Jazz Festival juga bekerja sama dengan Get Plastic dan Lokalogi sebagai mitra Event Waste Management dalam Sustainability Program sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kerja sama dengan Get Plastic, Panggung Langgam akan dioperasikan menggunakan bahan bakar setara solar hasil pengolahan sampah plastik. Sementara Lokalogi akan mengelola proses edukasi, pemilahan, penimbangan, hingga pendataan sampah selama festival berlangsung.
Selain itu, festival ini juga terus berupaya menghadirkan pengalaman yang dapat dinikmati semua kalangan usia. Sebagai bagian dari komitmen sebagai festival untuk segala usia, Prambanan Jazz menghadirkan Kids Area by Tiny Tunes Ville yang menyediakan beragam aktivitas dan kelas bagi anak-anak. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman festival yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga.
Beragam musisi dan program yang dihadirkan menjadi bentuk komitmen Prambanan Jazz Festival untuk terus berkembang sebagai festival musik bertaraf internasional yang tetap mengedepankan nilai budaya dan kebahagiaan bersama. Pertemuan antara musisi, karya seni, dan kemegahan situs warisan budaya tersebut diharapkan dapat menghadirkan pengalaman yang hangat, berkesan, dan sulit dilupakan.