- Dodit Mulyanto menampar Ananta Rispo saat syuting film Ketok Mejik di Jakarta demi mendapatkan reaksi akting yang natural.
- Rispo menghadapi tantangan besar untuk berakting serius tanpa elemen komedi dalam film arahan sutradara Yogi S. Calam tersebut.
- Film produksi HAHA Production yang mengisahkan tiga sahabat ini dijadwalkan akan mulai tayang di bioskop pada 13 Agustus 2026.
Suara.com - Ada pengalaman tak terlupakan yang dialami Ananta Rispo selama menjalani proses syuting film Ketok Mejik.
Demi mendapatkan adegan yang terasa lebih nyata, Rispo mengaku sempat ditampar sungguhan oleh Dodit Mulyanto, lawan mainnya di film tersebut.
Momen tersebut terjadi ketika keduanya menjalani adegan pertengkaran. Menurut Dodit, tamparan itu dilakukan karena reaksi Rispo dinilai belum sesuai dengan kebutuhan adegan.
"Di sini ada drama yang harus berantem, dan Rispo salah terus. Akhirnya dia saya tampar beneran," kata Dodit Mulyanto saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (13/7/2026).
Dodit menjelaskan keputusan itu diambil agar proses pengambilan gambar tidak berlarut-larut.
"Biar segera kelar. Malam-malam daripada enggak selesai, dan itu namparnya disuruh pura-pura akhirnya saya tampar beneran. Maaf ya Rispo," ujar Dodit.
Rispo membenarkan cerita tersebut. Menurutnya, tamparan sungguhan justru membantunya mengeluarkan emosi yang dibutuhkan dalam adegan.
"Sampai ditampar beneran itu ya karena Dodit-nya juga harusnya dari awal tampar beneran, biar reaksi saya tuh beneran marah gitu. Dia kan nampar tapi kan gitu kan jadi susah marah," imbuh Rispo.
Bagi Rispo, Ketok Mejik menjadi pengalaman berbeda karena untuk pertama kalinya ia bermain dalam film tanpa mengandalkan komedi sebagai kekuatan utama.
"Jadi teman-teman, ini pengalaman pertama saya juga. Ya bisa dibilang pertama lah, saya main film tapi enggak berkomedi gitu. Jadi yang biasanya merusak cerita ini harus menjalankan cerita," ucapnya.
Ia mengakui tidak mudah meninggalkan kebiasaan melucu, terlebih saat berada di lokasi syuting bersama para komedian lain.
Karena itu, sutradara Yogi S. Calam kerap mengingatkannya agar tetap berada dalam karakter.
"Jadi lumayan ada gatel-gatelnya tapi sutradara saya Pak Yogi selalu ngingetin gitu. Gestur-gesturnya salah dikit, 'Oh ini mah masih komedi', 'Oke siap Pak',” tuturnya.
Rispo mengatakan tantangan terbesar datang saat harus menampilkan kemarahan dan kesedihan secara serius.
"Kalau marah harus marah. Kalau di komedi kan marah juga ya udah gitu karena memang targetnya buat lucu, bukan bikin orang tegang gitu. Tapi sekarang di sini marahnya harus bikin tegang gitu," tuturnya.