- Kementerian Kebudayaan RI menegaskan komitmen mendukung penuh pelaksanaan Bali International Film Festival edisi ke-20 pada Juni 2027.
- Festival film di Sanur ini memberikan penghargaan Tapestry of Indonesia perdana kepada karya Nadina Habsjah dan Yusgunawan Marto.
- Pendaftaran film untuk festival internasional yang menjadi kualifikasi ajang Oscar tersebut akan dibuka pada 1 Oktober 2026.
Suara.com - Menyusul kesuksesan penyelenggaraan tahun 2026, Kementerian Kebudayaan RI kembali mempertegas komitmennya untuk mendukung penuh Bali International Film Festival (Balinale).
Langkah ini diambil untuk memperluas jalan bagi sineas tanah air agar mampu berbicara lebih banyak di industri film global.
Dukungan tersebut dikukuhkan dalam pertemuan hangat antara Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK), Ahmad Mahendra, MSi TrAP, bersama jajaran Komite Balinale yang dipimpin oleh sang pendiri, Deborah Gabinetti, dan aktor senior Donny Damara.
Menatap Edisi Bersejarah di Tahun 2027
Pertemuan ini bukan sekadar evaluasi, melainkan persiapan besar menyambut edisi ke-20 Balinale yang akan digelar pada 1-7 Juni 2027.

Festival yang berbasis di Sanur, Bali ini, kini telah bertransformasi menjadi destinasi global bagi pertukaran budaya dan kreativitas.
"Kementerian Kebudayaan tetap berkomitmen mendukung Balinale. Sejak 2024, festival ini telah memegang status sebagai Academy Award Qualifying Festival untuk kategori Film Pendek Terbaik. Ini adalah pintu gerbang emas bagi sineas kita menuju panggung Oscar," kata Ahmad Mahendra.
Tapestry of Indonesia: Merayakan Keberagaman dalam Sinema
Salah satu sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah pemberian penghargaan perdana untuk kategori "Tapestry of Indonesia".
Kategori baru ini didedikasikan untuk film pendek dokumenter dan naratif yang mampu memotret kedalaman tradisi, komunitas, dan keragaman budaya Indonesia.
Film berjudul Amazing Fantastic Extraordinary People karya sutradara Nadina Habsjah dan Yusgunawan Marto terpilih sebagai pemenang perdana.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Ahmad Mahendra kepada tim produksi yang diwakili oleh Nadina Habsjah (Sutradara), Adhytia Putra (Produser), dan Amanda Simandjuntak (Penulis).
"Karya-karya unik ini harus mampu menyentuh hati penonton, sehingga Indonesia tidak hanya dilihat, tetapi juga benar-benar dirasakan," ujar Mahendra.
Magnet Sineas Dunia
Eksistensi Balinale sebagai festival film kelas dunia bukan isapan jempol belaka. Pada edisi 2026 lalu, festival ini menerima lebih dari 1.300 kiriman film dari seluruh penjuru dunia.
Dari jumlah tersebut, terpilih 94 film dari 38 negara untuk ditayangkan, termasuk 23 film karya anak bangsa.
Hebatnya lagi, Balinale menjadi panggung bagi 20 pemutaran perdana dunia (World Premiere), membuktikan bahwa Bali telah menjadi titik temu penting bagi para produser, distributor, dan pemimpin industri film internasional.
Deborah Gabinetti, Pendiri dan Direktur Festival, mengungkapkan visinya bahwa Balinale hadir untuk menjembatani dua arah.
"Kami membawa komunitas film internasional ke Indonesia, sekaligus membawa cerita-cerita otentik Indonesia ke panggung dunia," imbuh optimis.
Catat Tanggalnya!
Bagi para sineas yang ingin mengepakkan sayap ke level internasional, kesempatan besar kembali terbuka. Pendaftaran film untuk edisi ke-20 Balinale akan resmi dibuka pada 1 Oktober 2026.
Dengan dukungan penuh pemerintah dan status kualifikasi Oscar yang disandangnya, Balinale bukan sekadar festival film tahunan, melainkan ekosistem yang terus membina bakat-bakat baru Indonesia untuk bersinar di panggung dunia.