- Kreator konten asal Bali, Ni Kadek Indrayoni, melakukan aksi sosial berbagi bahan bakar dan membangun rumah warga.
- Aksi kemanusiaan tanpa rencana viral tersebut berhasil menarik lebih dari enam juta penonton di media sosial.
- Pengusaha muda pemilik Yoni Skincare dan Yoni Wear ini mendanai kegiatan sosial langsung dari hasil bisnisnya.
Suara.com - Di tengah riuhnya konten media sosial yang mengejar gimmick dan popularitas instan, sosok Ni Kadek Indrayoni muncul membawa kesejukan.
Lewat aksi sosialnya yang nyata, mulai dari membagikan Pertalite gratis hingga membangun rumah bagi warga tak mampu, kreator konten asal Bali ini berhasil menyentuh hati jutaan netizen.
Salah satu unggahannya bahkan meledak secara fenomenal, menembus angka lebih dari enam juta penonton.
Namun, di balik angka-angka fantastis tersebut, terselip sebuah ketulusan. Yoni, sapaan akrabnya, mengaku tak pernah sekalipun merencanakan videonya untuk viral.
Berawal dari Panggilan Hati
![Ni Kadek Indrayoni. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/07/95649-ni-kadek-indrayoni.jpg)
Bagi Yoni, kamera hanyalah alat rekam, namun empati adalah penggerak utamanya.
Ia bercerita bahwa semua aksi sosial ini bermula dari rasa prihatin saat melihat langsung kondisi masyarakat di sekitarnya yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
"Awalnya saya tidak pernah berpikir membuat konten sebesar itu. Saya hanya ingin membantu orang-orang yang benar-benar membutuhkan dengan kemampuan yang saya miliki," kata Ni Kadek Indrayoni kepada awak media baru-baru ini.
Ia tak menyangka, video sederhana saat ia membagikan bahan bakar kepada pengendara yang membutuhkan justru mendapat respons luar biasa.
Baginya, angka enam juta penonton itu bukan sekadar statistik, melainkan sinyal bahwa masyarakat merindukan konten yang membawa dampak positif.
![Ni Kadek Indrayoni. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/07/37337-ni-kadek-indrayoni.jpg)
Media Sosial Sebagai Corong Kebaikan
Yoni menyadari bahwa media sosial memiliki kekuatan besar.
Alih-alih hanya digunakan untuk pamer gaya hidup, ia memilih memanfaatkan platform digitalnya untuk mendokumentasikan kegiatan sosial sebagai bentuk edukasi dan inspirasi.
"Tujuan utamanya bukan untuk viral, tetapi untuk membantu sesama. Kalau akhirnya banyak yang menonton dan memberikan dukungan, saya anggap itu sebagai bonus agar kegiatan sosial ini bisa terus berjalan," tambahnya dengan rendah hati.
Ia meyakini bahwa konten eksperimen sosial bisa menjadi sarana membangun kepedulian kolektif, asalkan dibuat dengan niat yang tulus, menjaga etika, dan tanpa rekayasa.