- Aktivis Pati, Supriyono, mendapati rekening Bank Mandiri senilai lebih dari 80 juta rupiah terblokir jelang aksi unjuk rasa 27 Agustus 2026.
- Aktor Jefri Nichol menyoroti pemblokiran tersebut di media sosial karena dinilai sebagai upaya membungkam aktivis sebelum melakukan demonstrasi.
- Bank Mandiri menyatakan bahwa pemblokiran rekening nasabah tersebut dilakukan sesuai prosedur atas permintaan resmi aparat penegak hukum.
Suara.com - Aktor Jefri Nichol ikut menyoroti polemik pemblokiran rekening aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Mas Botok.
Sebelumnya, Botok mengaku akun TikTok dan rekeningnya terblokir menjelang rencana aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026.
“Tadi malam itu secara tiba-tiba akun TikTok saya keblokir, terus saya mau transfer anak saya, ternyata juga keblokir. Lho kok saldo terblokir Rp80 juta 900 sekian,” ujar Botok.
Melalui akun media sosialnya, Jefri mempertanyakan langkah pemblokiran rekening tersebut.
Ia juga menyinggung kemungkinan akses aparat terhadap aktivitas finansial masyarakat.
“Serem banget Bank Mandiri bisa disuruh sama aparat blokir rekening aktivis dari Pati yang lagi mau demo tanggal 27 di Jakarta nanti. Mereka bisa akses apa lagi ya...?” tulis Jefri.
Jefri kemudian mengaitkan pemblokiran tersebut dengan rencana aksi demonstrasi yang akan digelar Botok dan kelompoknya.
Ia menilai tindakan itu berpotensi membungkam aktivis sebelum aksi berlangsung.
“Btw aktivisnya belum juga demo tapi udah dibungkam aja pake cara diabisin rekeningnya. Hebat sekali yaa uang pajak kita dipake buat nindes aktivis,” tulisnya.
Unggahan tersebut langsung memancing beragam reaksi dari warganet.
Sejumlah pengguna menyatakan dukungan kepada Jefri karena dinilai berani mengangkat isu yang menyangkut kebebasan menyampaikan pendapat.
Salah satu pengguna Thread mengapresiasi Jefri karena menggunakan jangkauan media sosialnya untuk ikut menyuarakan persoalan tersebut.
Ia juga mengaku khawatir jika pemblokiran rekening dilakukan tanpa alasan yang diketahui publik.
“Kasian Mas Botok dan tim harus terkatung-katung dan sekarang makan dll dari sumbangan warga karena uangnya + donasi diblokir,” tulisnya.
Ia kemudian mempertanyakan dasar hukum pemblokiran tersebut, termasuk apakah sudah ada proses hukum atau izin pengadilan.