- Pengemudi berinisial ENR menabrak taksi dan pikap di Surabaya pada Minggu, 23 Agustus 2026.
- Insiden maut tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan pengemudi resmi ditetapkan sebagai tersangka.
- ENR mengaku mengonsumsi tujuh gelas alkohol sebelum kejadian dan memicu reaksi keras dari netizen.
Suara.com - Kecelakaan maut yang melibatkan Mitsubishi Outlander di Surabaya memicu reaksi keras dari netizen.
Pengakuan pengemudi berinisial ENR (32) yang mengonsumsi minuman beralkohol sebelum kecelakaan menjadi salah satu hal yang paling banyak disoroti.
Outlander bernomor polisi L 1049 OO tersebut menabrak taksi listrik dan sebuah pikap di kawasan Jalan Gubernur Suryo dan Jalan Taman Hapsari, Surabaya, Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 03.30 WIB.
Kecelakaan tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia.
ENR kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.
ENR mengakui sebelum kecelakaan terjadi dirinya berada di sebuah tempat hiburan malam yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian perkara.
Ia disebut mengonsumsi tujuh gelas minuman beralkohol.
ENR juga mengaku tidak menyadari bahwa dirinya dalam kondisi mabuk ketika peristiwa tersebut terjadi.
“Saya sendiri enggak sadar kalau saya mabuk. Namanya orang mabuk,” kata ENR.
Ia juga mengakui sempat memaki orang-orang di sekitar lokasi.
Setelah kejadian, ENR menyatakan menyesal dan meminta maaf kepada keluarga korban yang meninggal dunia.
Pengakuan tersebut langsung memancing beragam komentar di media sosial.
Banyak netizen menilai kondisi mabuk tidak dapat dijadikan alasan untuk mengurangi tanggung jawab atas keputusan mengemudi setelah mengonsumsi alkohol.
Salah satu netizen, menegaskan bahwa alkohol maupun kendaraan tidak seharusnya dijadikan kambing hitam atas tindakan pengemudi.
“Jangan salahin alkohol, jangan salahin benda mati buat tindakan irresponsible lo.”